Pratama, Alfa Ariyanto (2025) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA MERAH (Punica granatum L.) TERHADAP Propionibacterium acnes ATCC 6919 dan Staphylococcus epidermidis FNCC 0048. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Alfa Ariyanto Pratama)
200802100_Bab 0.pdf

File Pdf (706kB)
Text
200802100_Bab 1.pdf

File Pdf (368kB)
Text
200802100_Bab 2.pdf

File Pdf (560kB)
Text
200802100_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (490kB)
Text
200802100_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (958kB)
Text
200802100_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (359kB)
Text
200802100_Lamp.pdf

File Pdf (3MB)

Abstract

erawat merupakan peradangan kulit akibat pori-pori tersumbat oleh
minyak yang memicu pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus epidermidis,
Propionibacterium acnes, dan Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik
jangka panjang dapat menyebabkan resistensi, sehingga dibutuhkan pengobatan
alternatif untuk mencegah risiko tersebut. Pengobatan alternatif dapat dilakukan
dengan memanfaatkan bahan alam yang mengandung senyawa fitokimia. Buah
delima merah mengandung senyawa fitokimia seperti fenolik, flavonoid, tanin, dan
alkaloid yang dapat berperan sebagai antibakteri. Ekstrak etanol delima merah yang
mengandung senyawa antibakteri perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui
potensinya sebagai penghambat pertumbuhan P. acnes dan S. epidermidis. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi dari buah delima merah sebagai
antibakteri P. acnes dan S. epidermidis. Metode penelitian meliputi pembuatan
ekstrak, uji kualitatif fitokimia, uji kemurnian bakteri, dan uji aktivitas antibakteri.
Ekstrak etanol 70% buah delima merah (Punica granatum L.) dalam menghambat
pertumbuhan bakteri P. acnes ditunjukkan pada konsentrasi 15% sebesar 2,62 mm
dan zona hambat tertinggi pada konsentrasi 35% dengan hasil 6,44 mm. Ekstrak
etanol 70% buah delima merah menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis
ditunjukkan pada konsentrasi 15% sebesar 1,29 mm dan tertinggi pada konsentrasi
35% dengan hasil 2,96 mm. Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak etanol
buah delima merah (Punica granatum L.) terhadap pertumbuhan bakteri P. acnes
dan S. epidermidis yaitu pada konsentrasi ekstrak 30%. Ekstrak etanol 70% dari
buah delima merah berpotensi sebagai obat alternatif jerawat karena memiliki
aktivitas antibakteri terhadap dua bakteri penyebab jerawat. Aktivitas ini diduga
berasal dari kandungan senyawa fitokimia seperti fenolik, tanin, alkaloid, dan
flavonoid yang bersifat antibakteri.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Buah delima merah (Punica granatum L.), Maserasi, Skrining Fitokimia, Senyawa Metabolit Sekunder.
Subjects: Teknobiologi > Tekno Pangan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Date Deposited: 29 Oct 2025 02:09
Last Modified: 29 Oct 2025 02:09
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34937

Actions (login required)

View Item
View Item