Wicaksana, Dicky Adhito Padma (2025) PERANCANGAN FASILITAS SEKOLAH ADAT DESA ADAT BAYAN DENGAN PENDEKATAN DESAIN : PERKEMBANGAN SENSOMOTORIK PADA USIA EMAS ANAK. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210118439_Bab 0.pdf
File Pdf (5MB)
210118439_Bab 1.pdf
File Pdf (1MB)
210118439_Bab 2.pdf
File Pdf (4MB)
210118439_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
210118439_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
210118439_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
210118439_Lamp.pdf
File Pdf (107MB)
Abstract
Desa Adat Bayan merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang
terletak di Kabupaten Lombok Utara. Sebagai desa adat yang diakui oleh
masyarakat, Bayan memiliki peran penting dalam melestarikan budaya dan tradisi
Suku Sasak-Bayan. Masyarakat di desa ini memiliki tanggung jawab besar untuk
menjaga keberlangsungan tradisi tersebut agar dapat diwariskan kepada generasi
mendatang. Namun, tantangan yang dihadapi semakin kompleks dengan adanya
pengaruh modernisasi dan westernisasi yang dapat mengancam nilai-nilai budaya
lokal.
Kepala Sekolah Adat Bayan (SAB), Renadi S, Pd, mengungkapkan bahwa
terdapat krisis penutur atau pengajar tradisi yang menyebabkan visi dan misi
sekolah dalam konservasi budaya kurang terlihat. Sekolah Adat Bayan berfungsi
sebagai organisasi pendidikan nonformal yang bertujuan untuk menghubungkan
pemangku adat dengan masyarakat, namun menghadapi kendala serius akibat
kurangnya perhatian dan dana untuk fasilitas penunjang. Selain itu, dengan adanya
surat keputusan Bupati Lombok Utara tentang penetapan Desa Wisata Tematik dan
pembangunan infrastruktur yang menarik minat wisatawan, masyarakat harus siap
menghadapi dampak negatif dari westernisasi, termasuk risiko kehilangan minat
generasi muda terhadap budaya lokal
Untuk mengatasi masalah tersebut, penting untuk mencetak generasi baru
yang mencintai budaya melalui pelatihan sejak usia dini (3-6 tahun), masa kritis
untuk menanamkan pendidikan dan keterampilan sosial. Fasilitas Sekolah Adat
Bayan dirancang sebagai wadah gerakan budaya, menyediakan ruang bagi tenaga
pengajar untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai adat yang masih bertahan.
Dengan rancangan arsitektur bergaya Neo-Vernacular yang menanamkan poin-
poin budaya serta penyediaan fungsi yang melatih sensomotorik anak usia dini.
Fasilitas ini diharapkan tidak hanya membuat anak usia dini mendapat pendidikan
tetapi juga dapat memahami dan mencintai budaya lokal dengan pembelajaran
berbasis praktik tradisional lewat fasilitas yang disediakan sehingga mereka akan
tumbuh menjadi generasi yang mampu melestarikan dan meneruskan tradisi
masyarakat Bayan selagi melatih fungsi sensomotorik lewat narasi dan praktik yang
didasari kecintaan mereka terhadap budaya lokal.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Desa Bayan, Sekolah adat, Budaya, Anak usia dini, Sensomotorik, Neo-vernacular |
| Subjects: | Arsitektur > Teknologi Arsitektural Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 14 Oct 2025 03:39 |
| Last Modified: | 14 Oct 2025 03:39 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34722 |
