Makin, Angela Trestinanda Bewa and Aritonang, Ernawaty Chintya (2026) PERANCANGAN GEDUNG PONDOK PESANTREN MODERN AL – NIZAM, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Angela Trestinanda Bewa Makin dan Ernawaty Chintya Aritonang)
220219155_220219201_Bab 0.pdf

File Pdf (677kB)
Text
220219155_220219201_Bab 1.pdf

File Pdf (264kB)
Text
220219155_220219201_Bab 2.pdf

File Pdf (1MB)
Text
220219155_220219201_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (728kB)
Text
220219155_220219201_Bab 4.pdf

File Pdf (7MB)

Abstract

Proyek Gedung Pondok Pesantren Modren Al – Nizam Kecamatan
Sumbang, Kabupaten Banyumas berada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Bangunan ini terdiri dari enam lantai dengan satu lantai atap direncanakan terdiri
atas ruang belajar, asrama, kantor pengelola, serta ruang penunjang lain yang
memerlukan sistem struktur yang mampu menahan beban dan membutuhkan
perancangan infrastruktur yang aman, fungsional dan sesuai standar teknis.
Permasalahan utama dalam perancangan ini mencakup permasalahan utama
yang dikaji meliputi penentuan sistem struktur atas dan bawah, penetapan beban
berdasarkan standar, analisis respons struktur terhadap gaya gempa, perhitungan
detail elemen struktural dan sesuai dengan standar nasional. Metode yang
digunakan menggacu pada SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural
untuk Bangunan Gedung, yang menjadi pedoman utama dalam penentuan kuat
rencana elemen beton bertulang, penulangan, detailing elemen lentur dan tekan,
hingga ketentuan penulangan gempa untuk sistem rangka pemikul momen, SNI
1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur
Bangunan Gedung digunakan untuk menentukan parameter percepatan respons
spektrum, koefisien gempa, sistem struktur tahan gempa, hingga perhitungan gaya
geser dasar dan simpangan antar lantai, serta SNI 1727:2019 tentang Beban
Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain digunakan
untuk menentukan beban hidup, beban mati, beban atap, serta kombinasi
pembebanan untuk analisis struktur. Selain itu, elemen pelat dua arah pada lantai
gedung dirancang menggunakan acuan SNI 8900:2020 yang memberikan ketentuan
perencanaan pelat beton bertulang dua arah menggunakan metode desain langsung
maupun metode equivalent frame.
Pada perancangan struktur atas, menunjukkan bahwa pelat lantai terdiri dari
satu jenis pelat satu arah dan dua jenis pelat dua arah dengan tebal yang
direncanakan sebesar 125 mm. Pada perancangan desain balok, terdiri atas tiga jenis
yaitu B1 (450 x 600) mm, B2 (350 x 550) mm dan BA (300 x 500) mm serta kolom
terdiri atas 3 jenis yaitu K1 dengan ukuran 850 mm x 750 mm, K2 dengan ukuran
700 mm x 600 mm dan K3 dengan ukuran 600 mm x 500 mm dengan penulangan
yang berbeda – beda pada tiap detail. Dalam proses pemodelan struktur, ditemukan
adanya ketidakberaturan tipe 1a (Vertical Stiffness Irregularity), yaitu
ketidakberaturan kekakuan antar lantai yang ditandai oleh perubahan kekakuan
lantai secara signifikan antara lantai bawah dan lantai di atasnya. Ketidakberaturan
ini termasuk kategori soft story, dimana rasio kekakuan lantai terhadap lantai di
atasnya berada di luar batas yang diperkenankan oleh standar. Ketidakberaturan 1a
umumnya terjadi akibat adanya lantai tertentu yang memiliki pembukaan besar,
dinding pengisi yang berkurang, atau perubahan dimensi elemen struktural, dan hal
ini meningkatkan kerentanan bangunan terhadap keruntuhan lokal pada saat terjadi
gempa. Ketidakberaturan 1a harus ditangani dengan pemberian konsekuensi
analisis. Berdasarkan hasil analisis dan perancangan, dapat disimpulkan bahwa
struktur gedung Pondok Pesantren Al - Nizam layak secara teknis, aman terhadap
beban gravitasi maupun beban gempa, serta memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan penggunaan. Pada perancangan atap kuda – kuda diperoleh profil baja
Kuda-kuda yang dirancang merupakan jenis kuda-kuda monoframe dengan profil
IWF 200 x 100 x 5,5 x 8.
Data geoteknik berdasarkan hasil penyelidikan SPT hingga kedalaman 30
meter dengan bangunan yang masuk dalam kategori IV dengan memiliki kelas situs
tanah sedang (SD). Dari hasil perhitungan, yang menunjukkan bahwa tanah pada
lokasi proyek menunjukkan bahwa tidak memiliki potensi likuifaksi pada
kedalaman tiangnya dimana saat dilakukan perhitungan penurunan tanah dengan
hasil penurunan segera sebesar 4,99 cm dengan syarat batas ijin penurunan dari SNI
8460:2017 sebesar 15 cm + b/600. Pada perencanaan struktur bawah, dirancang
menggunakan tiang pancang beton pracetak dengan diameter tiang 500 mm pada
kedalaman 12 meter. Pondasi tiang pancang ini dihubungkan dengan pile cap yang
terdiri dari eMpat jenis pilecap yakni PC1 dengan ukuran 3,35 m x 3,35 m x 1 m,
PC2 dengan ukuran 4,4 m x 3,35 m x 1m, PC3 dengan ukuran 4,5 m x 1,5 m x 1 m,
dan PC4 dengan ukuran 7,5 m x 4,5 m x 1 m sesuai variasi dan jumlah tiang yang
sudah direncanakan pada tiap titik pondasi.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: perancangan struktur, beton bertulang, struktur atas, struktur bawah, desain
Subjects: Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Manajemen Konstruksi
Sipil > Struktur
Sipil > Struktur
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 30 Jun 2026 06:38
Last Modified: 30 Jun 2026 06:38
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37380

Actions (login required)

View Item
View Item