Djatikumolo, Angela Wahyu (2026) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Miconia crenata sin. Clidemia hirta L.) DENGAN METODE MASERASI DAN SONIKASI TERHADAP Escherichia coli ATCC 25922. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Angela Wahyu Djatikumolo)
210802249_Bab 0.pdf

File Pdf (731kB)
Text
210802249_Bab 1.pdf

File Pdf (395kB)
Text
210802249_Bab 2.pdf

File Pdf (598kB)
Text
210802249_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (483kB)
Text
210802249_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (749kB)
Text
210802249_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (548kB)
Text
210802249_Bab 6.pdf

File Pdf (1MB)

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) banyak dialami oleh perempuan dan penyebab
utamanya adalah E. coli. Resistensi bakteri ini terhadap antibiotik mendorong
pencarian alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Daun harendong bulu
mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian
ini bertujuan menentukan waktu ekstraksi daun harendong bulu menggunakan
metode maserasi dan sonikasi untuk memperoleh kadar flavonoid total tertinggi.
Metode ekstraksi daun harendong bulu yang menghasilkan kadar flavonoid total
tertinggi digunakan untuk menentukan diameter zona hambat dan KHM terhadap
pertumbuhan E. coli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 5 kali ulangan. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi daun harendong bulu
menggunakan metode maserasi dengan perlakuan waktu ekstraksi 24, 48 dan 72
jam, serta metode sonikasi dengan perlakuan waktu ekstraksi 10, 20 dan 30 menit
pada frekuensi 20kHz. Kadar flavonoid total dari masing-masing ekstrak
dianalisis dengan metode spektrofotometri visibel. Ekstrak dari metode dengan
kadar flavonoid total tertinggi dilakukan uji aktivitas antibakteri berupa uji zona
hambat (konsentrasi ekstrak 5-15%) dan uji KHM (konsentrasi ekstrak 1,56–50%)
dengan siprofloksasin HCl 5 μg/mL sebagai kontrol positif. Data dianalisis
menggunakan program SPSS versi 15.0 pada uji One-Way Analysis of Variance
(ANOVA) dan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu ekstraksi
metode maserasi selama 72 jam menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi
(17,57±0,80 mgQE/g ekstrak) pada sedangkan metode sonikasi pada waktu
ekstraksi 10 menit (19,81±1,31 mgQE/g ekstrak). Ekstrak daun harendong bulu
dari metode sonikasi sebagai metode dengan kadar flavonoid total tertinggi
mampu menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona hambat kategori
sedang sebesar 7,69 mm pada konsentrasi 15% dan KHM pada konsentrasi 25%.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: ISK, Escherichia coli, antibakteri, harendong bulu, ekstraksi
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Date Deposited: 25 Jun 2026 05:19
Last Modified: 25 Jun 2026 05:19
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37345

Actions (login required)

View Item
View Item