Christallo, Gabriel Vitorian and Patabang, Juan Cahyo (2026) TUGAS AKHIR PERANCANGAN INFRASTRUKTUR PERENCANAAN JALAN RUAS PROTELON NGONDO DOS – WEDI OMBO LAGOON GUNUNGKIDUL. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210218572_Bab 0.pdf
File Pdf (2MB)
210218572_Bab 1.pdf
File Pdf (534kB)
210218572_Bab 2.pdf
File Pdf (2MB)
210218572_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210218572_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
210218572_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210218572_Bab 6.pdf
File Pdf (17MB)
Abstract
Pembangunan jalan menjadi peningkatan penting dalam menunjang sarana perekonomian khususnya di Indonesia. Dalam hal ini, pembangunan jalan pada ruas Protelon Ngondo Dos -Wedi Ombo Lagoon yang memiliki keunggulan terhadap
perekonomian dari segi pariwisata alam daerah setempat. Kebutuhan akan pembangunan jalan pada daerah setempat menjadi salah satu akses yang harus terpenuhi dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan masyarakat lokal
dalam melakukan aktivitas. Perencanaan ini memiliki tujuan untuk melakukan desain infrastruktur jalan dengan standar yang berlaku dalam memastikan keamanan dan keselamatan pengendara. Dalam perencanaan infrastruktur jalan ini
difokuskan pada desain geometri dan perkerasan pada jalan. Selain itu juga, dilakukan analisis berdasarkan pada sisi geoteknik, seperti: analisis penurunan dan daya dukung, evaluasi kekuatan struktural lereng, dan tinggi timbunan tanah.
Dalam hal ini, juga dilakukan metode perbaikan sesuai dengan kondisi eksisting.
Dalam perencanaan transportasi, khususnya pada aspek geometri jalan, terdapat
beberapa komponen utama yang harus dianalisis dan dirancang secara menyeluruh
guna menjamin kelayakan dan keselamatan jalan. Proses perencanaan geometri
meliputi penentuan trase jalan yang mencakup penempatan titik awal dan akhir
stasiun untuk mengoptimalkan fungsi dan efisiensi jalan. Selanjutnya, perencanaan
penampang melintang dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan lalu lintas,
drainase, serta kenyamanan pengguna jalan. Kecepatan desain juga ditentukan
berdasarkan fungsi jalan dan karakteristik medan guna memastikan parameter
geometrik seperti radius tikungan, jarak pandang, serta kelandaian dapat terpenuhi
sesuai standar. Proses penggalian dan timbunan (cut and fill) juga perlu dilakukan
dalam memenuhi elevasi yang telah direncanakan dalam desain, sehingga terbentuk
permukaan jalan yang telah direncanakan. Selanjutnya, dalam proses perencanaan
struktur perkerasan jalan, diperlukan analisis terhadap kondisi lalu lintas setempat,
seperti volume kendaraan harian rata-rata (VHRT), komposisi kendaraan berat,
serta proyeksi pertumbuhan lalu lintas. Data tersebut dapat menentukan ketebalan
lapisan perkerasan yang sesuai. Selain itu, Sifat-sifat tanah dasar (subgrade)
menjadi elemen penting dalam perencanaan perkerasan untuk memastikan bahwa
lapisan pondasi yang dirancang dapat menyebarkan beban lalu lintas secara aman
dan merata ke permukaan tanah di bawahnya.
Dalam perencanaan infrastruktur jalan berdasarkan kajian geoteknik pada ruas jalan
Protelon Ngondo Dos – Wedi Ombo Lagoon, dilakukan serangkaian analisis dalam
memahami dan mengantisipasi perilaku tanah terhadap beban jalan. Tahapan awal
mencakup interpretasi data hasil uji Standard Penetrasion Test (SPT) dan Cone
Penetrasion Test (CPT) dalam mengidentifikasi jenis lapisan tanah, karakteristik
fisik, serta konsistensi tanah di setiap kedalaman. Data ini menjadi dasar dalam
mengevaluasi kestabilan dan kapasitas tanah dalam mendukung struktur jalan.
Selanjutnya, dilakukan analisis penurunan tanah (settlement analysis) untuk
memperkirakan besarnya penurunan yang mungkin terjadi selama atau setelah
proses konstruksi. Analisis daya dukung tanah (bearing capacity) dengan tujuan
untuk menentukan kemampuan tanah dalam menahan beban dari lapisan
perkerasan dan kendaraan yang melintas. Selain itu, evaluasi terhadap stabilitas lereng dilakukan untuk mengetahui kemampuan lereng yang terbentuk akibat pemotongan atau timbunan terhadap potensi kelongsoran. Dalam kondisi lereng yang mampu mengalami kelongsoran dilakukan upaya perbaikan dengan metode recontouring, yaitu penyesuaian ulang geometri lereng dalam mencapai nilai aman FS (factor of safety). Kesimpulan dari seluruh analisis ini bahwa desain jalan telah memenuhi keamanan dalam aspek geoteknik sebagai bagian dari perencanaan ruas jalan
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perancangan jalan, geometrik jalan, geoteknik, Protelon Ngondo Dos – Wedi Ombo Lagoon. |
| Subjects: | Sipil > Geo Teknik Sipil > Geo Teknik Sipil > Transportasi Sipil > Transportasi |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 03:04 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 03:04 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37039 |
