Lawapadang, Nensi (2026) AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL KULIT MARKISA KUNING (Passiflora edulis Sims f. flavicarpa O. Deg.) TERHADAP Candida albicans ATCC 10231. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Nensi Lawapadang)
200802173_Bab 0.pdf

File Pdf (1MB)
Text
200802173_Bab 1.pdf

File Pdf (440kB)
Text
200802173_Bab 2.pdf

File Pdf (647kB)
Text
200802173_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (590kB)
Text
200802173_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (884kB)
Text
200802173_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (906kB)
Text
200802173_Bab 6.pdf

File Pdf (2MB)

Abstract

Keputihan merupakan salah satu gangguan reproduksi yang sering dialami oleh
wanita. Candida albicans merupakan jamur yang menyebabkan keputihan. Pemakaian
antibiotik untuk pengobatan penyakit ini secara terus menerus akan menyebabkan
resistensi. Kulit buah markisa kuning dapat menjadi alternatif pengganti antibiotik
untuk menekan risiko resistensi, sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat
limbah kulit markisa kuning yang selama ini belum dimanfaatkan. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui kadar senyawa aktif flavonoid dan tanin yang
terkandung dalam ekstrak kulit markisa kuning dan mengetahui aktivitas antijamur
ekstrak kulit markisa terhadap Candida albicans berdasarkan diameter zona hambat
dan konsentrasi hambat minimum. Tahapan penelitian meliputi persiapan simplisia,
standardisasi simplisia, ekstraksi maserasi, uji fitokimia kualitatif, uji fitokimia
kuantitatif, uji kemurnian Candida albicans, uji zona hambat dan uji konsentrasi
hambat minimum. Perlakuan yang digunakan yaitu kontrol positif ketoconazole,
kontrol negatif etanol 70% serta konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 30%, dan 40%
dengan 5 kali ulangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) satu arah. Parameter yang diukur meliputi kadar senyawa flavonoid dan
tanin, diameter zona hambat, dan konsentrasi hambat minimum. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa ekstrak kulit markisa kuning mengandung senyawa
flavonoid yaitu 3,381 ± 0,333 mgQE/g dan kadar senyawa tanin yaitu 10,550 ±
1,096 mgTAE/g. Diameter zona hambat ekstrak kulit markisa kuning terhadap C.
albicans pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40% secara berturut-turut sebesar
4,99±0,97mm, 6,57±0,62mm, 8,66±1,56mm, 11,13±1,21mm dan untuk kontrol
positif sebesar 17,66±0,48mm. Konsentrasi hambat minimum ekstrak kulit markisa
kuning terhadap Candida albicans yaitu 20%, dan konsentrasi hambat minimum
pada kontrol positif yaitu konsentrasi 1,5%.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Ekstrak kulit markisa kuning, Candida albicans, kadar senyawa aktif, zona hambat, konsentrasi hambat minimum.
Subjects: Teknobiologi > Tekno Pangan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Date Deposited: 31 Mar 2026 03:01
Last Modified: 31 Mar 2026 03:01
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36992

Actions (login required)

View Item
View Item