Putra, Marcellinus Tri (2025) HAMBATAN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN MOSES, MRICAN, DALAM MENGHADAPI TRANSAKSI DIGITAL QRIS. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
191007110_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
191007110_Bab 1.pdf
File Pdf (624kB)
191007110_Bab 2.pdf
File Pdf (937kB)
191007110_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (669kB)
191007110_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (745kB)
191007110_Bab 5.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami hambatan pedagang kaki lima di Jalan
Moses, Mrican dalam menghadapi sistem transaksi digital melalui Quick Response
Code Indonesian Standard (QRIS). Meski QRIS telah dipromosikan sebagai
metode pembayaran praktis dan efisien, sebagian dari pedagang masih enggan
beralih dari transaksi tunai. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif
dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi di lapangan
terhadap pedagang yang aktif menjalankan usahanya di lokasi penelitian. Hasil
penelitian memperlihatkan bahwa hambatan atau keengganan adopsi QRIS
berkaitan dengan berbagai penyebab, karena kemudahan menggunakan uang tunai
setiap hari sehingga tidak ada alasan untuk beralih ke sistem transaksi digital.
Hambatan kekhawatiran terhadap proses transaksi digital yang tertunda, Hambatan
teknologi QRIS yang dianggap membingungkan oleh para pedagang, Hambatan
penggunaan transaksi digital karena anggapan bahwa uang tunai lebih mudah
digunakan secara nyata dibanding saldo digital. Selain itu, Tetap milih uang tunai
untuk menghindari gangguan sistem yang merugikan pada QRIS, ditambah
minimnya sosialisasi langsung yang membuat pedagang tetap ragu terhadap
QRIS.Bagi para pedagang, uang tunai masih dipandang sebagai alat transaksi yang
lebih aman, praktis, dan memberikan rasa puas karena hasil penjualan langsung
dapat dipegang serta digunakan. Faktor-faktor ini diperkuat oleh pola perilaku dan
kebiasaan yang telah lama melekat dalam aktivitas perdagangan mereka. Hambatan ini diperkuat oleh nilai sosial, kebiasaan ekonomi, dan tradisi berdagang yang telah tertanam kuat dalam kehidupan pedagang kaki lima. Penelitian ini menegaskan bahwa perubahan perilaku menuju digitalisasi transaksi tidak cukup dilakukan melalui kebijakan struktural, melainkan memerlukan pendekatan edukatif, sosial, dan pendampingan berkelanjutan agar inovasi digital dapat diterima secara lebih inklusif dan sesuai dengan konteks sosial ekonomi masyarakat informal.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hambatan, pedagang kaki lima, transaksi digital, QRIS. |
| Subjects: | Sosiologi > Business |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 03:42 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 03:42 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36862 |
