Calvin, . (2025) Evaluasi Kualitas Ekologi Ruang Terbuka Hijau Publik Studi Kasus: Taman Kota dan Lapangan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
235419754_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
235419754_Bab 1.pdf
File Pdf (1MB)
235419754_Bab 2.pdf
File Pdf (820kB)
235419754_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
235419754_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
235419754_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
235419754_Bab 6.pdf
File Pdf (26MB)
Abstract
Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan sebuah elemen penting dalam menjaga
keseimbangan ekologi perkotaan, meningkatkan kualitas udara, serta menyediakan
ruang sosial bagi masyarakat. Namun, pesatnya urbanisasi telah menyebabkan
penurunan kualitas RTH, baik dalam hal luas area, kepadatan vegetasi, maupun
efektivitas ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas fungsi
ekologis taman kota di Kabupaten Sleman serta mengevaluasi persepsi pengunjung
terhadap kualitas ekologinya. Taman kota sebagai ruang terbuka hijau memiliki fungsi
untuk mendukung keseimbangan ekosistem sekaligus fungsi sosial, namun rendahnya
keanekaragaman vegetasi dan dominasi spesies tertentu menjadi kendala utama dalam
pengelolaannya.
Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif melalui perhitungan indeks
Shannon-Wiener (H’), Evenness (E), Margalef Richness (R), dan Simpson’s
Dominance (D) pada lima taman, yaitu Taman Denggung, Taman Tebing Beran Kidul,
Lapangan Ahmad Zaeni, Taman Sariharjo, dan Taman Perdamaian Prambanan.
Persepsi pengunjung dianalisis dengan kuesioner skala Likert untuk menilai aspek
ekologi, kenyamanan, dan manfaat sosial taman.
Hasil menunjukkan bahwa keanekaragaman vegetasi di seluruh taman masih
rendah, ditandai dengan nilai H’ dan E yang kecil serta dominasi kuat oleh satu hingga
dua spesies. Taman Sariharjo relatif lebih baik dengan enam jenis pohon yang lebih
merata, sedangkan kondisi terendah terdapat pada Lapangan Ahmad Zaeni yang hanya
memiliki empat jenis dengan dominasi tunggal pohon roda. Secara umum, pengunjung
menilai taman cukup mendukung fungsi ekologi, terutama dalam hal peneduhan dan
kenyamanan, meskipun keterbatasan keragaman vegetasi tetap menjadi catatan.
Kesimpulannya, fungsi ekologis taman kota di Sleman belum optimal, sehingga
diperlukan strategi pengelolaan yang menekankan peningkatan keanekaragaman
spesies, penanaman vegetasi lokal, serta integrasi aspek ekologi dengan kepuasan pengguna.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Taman kota, Ruang terbuka hijau, Keanekaragaman vegetasi, Fungsi ekologis, Kabupaten Sleman. |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 02:59 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 02:59 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36370 |
