Natalia, . (2025) PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
211007736_Bab 0.pdf
File Pdf (730kB)
211007736_Bab 1.pdf
File Pdf (548kB)
211007736_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (621kB)
211007736_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (624kB)
211007736_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (398kB)
211007736_Bab 5.pdf
File Pdf (833kB)
Abstract
Kualitas sumber daya manusia (SDM) memegang peranan penting dalam
kemajuan dan keberhasilan organisasi, terutama rumah sakit. Keberhasilan
organisasi sangat bergantung pada kualitas SDM yang dimilikinya. Namun,
kemajuan sering terhambat oleh adanya individu yang belum memiliki kompetensi
memadai untuk menjalankan tanggung jawab secara efektif, sehingga diperlukan
pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dan
berkualitas. Tujuan dari penelitian adalah peneliti ingin mendeskripsikan bentuk
pengembangan SDM dan menjelaskan proses pengembangan SDM yang dilakukan
oleh Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan
adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah bentuk pengembangan SDM
yang dilaksanakan oleh Instalasi Pendidikan dan Pelatihan Rumah Sakit Panti
Rapih Yogyakarta yaitu: Pertama, pengembangan formal berupa pelatihan,
dimulai dengan orientasi karyawan baru, pelatihan berbasis sertifikasi, pelatihan
wajib karyawan, dan mentorship dan on-the-job training. Bentuk pengembangan
formal yang lain adalah kesempatan memperoleh pendidikan dengan mendapatkan
kredit lunak untuk studi lanjut. Kedua, pengembangan informal yaitu
perpustakaan online. Proses pengembangan SDM oleh Instalasi Pendidikan dan
Pelatihan Rumah Sakit Panti Yogyakarta dilaksanakan secara sistematis melalui
proses sasaran, kurikulum, sarana, peserta, pelatih, dan pelaksanaan. Sasaran
berfokus pada peningkatan keterampilan teknis dan kepemimpinan staf, serta
pengembangan program pelatihan berbasis Training Need Analysis (TNA).
Kurikulum mengikuti standar Kementerian Kesehatan dengan minimal 20 jam pelatihan per tahun dan metode pembelajaran variatif seperti seminar, workshop,
dan praktik langsung. Sarana pelatihan memadai dengan ruang laboratorium dan alat yang disesuaikan kebutuhan. Peserta pelatihan ditentukan berdasarkan TNA,
serta seleksi ketat untuk pendidikan lanjutan. Pelatih wajib bersertifikat dan mengikuti kurikulum resmi. Pelaksanaan pelatihan terorganisir dengan evaluasi berkelanjutan dan monitoring kinerja tiga bulan pasca pelatihan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengembangan SDM, Rumah Sakit, Pendidikan dan Pelatihan |
| Subjects: | Sosiologi > Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 05 Dec 2025 04:11 |
| Last Modified: | 05 Dec 2025 04:11 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36258 |
