Rizaldi, Satria (2025) PROSES ADAPTASI KOMUNITAS WARIA PONDOK PESANTREN WARIA AL – FATAH DI DUSUN JETISHARJO KOTA YOGYAKARTA. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Satria Rizaldi)
201007268_Bab 0.pdf

File Pdf (3MB)
Text
201007268_Bab 1.pdf

File Pdf (473kB)
Text
201007268_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (772kB)
Text
201007268_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (1MB)
Text
201007268_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (287kB)
Text
201007268_Bab 5.pdf

File Pdf (465kB)

Abstract

Keberadaan waria dalam masyarakat kerap dianggap menyimpang sehingga
mereka menghadapi pandangan negatif, diskriminasi, serta keterpinggiran sosial
yang membuat keberadaan mereka sulit diterima. Untuk menjawab kondisi
tersebut, waria di Yogyakarta mendirikan Pondok Pesantren Waria Al – Fatah
sebagai ruang aman sekaligus wadah pembinaan keagamaan. Namun setelah
wafatnya pendiri pondok pesantren, komunitas ini harus pindah ke Dusun Jetisharjo
dan kembali menghadapi tantangan sosial dari masyarakat sekitar. Situasi ini
menuntut komunitas waria untuk melakukan berbagai upaya adaptasi agar dapat
diterima di lingkungan baru, membangun relasi sosial, serta mempertahankan
rutinitas keagamaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses
adaptasi komunitas waria di Pondok Pesantren Waria Al – Fatah dengan masyarakat
Dusun Jetisharjo serta kesulitan yang mereka hadapi dalam proses adaptasi ini.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data
diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tiga orang santri serta
Ketua RT setempat, dan dokumentasi kegiatan pondok pesantren. Konsep yang
digunakan dalam penelitian ini adalah konsep adaptasi menurut Soerjono Soekanto,
yaitu proses individu, kelompok, atau unit sosial menyesuaikan diri dengan norma,
perubahan, atau kondisi yang terjadi, serta konsep kesulitan menurut KBBI yang
dimaknai sebagai keadaan yang susah, tidak mudah, atau tidak lancar. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi dilakukan melalui sowan ke Ketua
RT dan RW, mengundang warga dalam kegiatan pondok pesantren, melibatkan
masyarakat dalam pengajian dan ibadah bersama, serta ikut berpartisipasi aktif
dalam kegiatan sosial dusun. Semua ini membantu dalam membangun hubungan
yang baik dengan masyarakat dan meningkatkan penerimaan sosial. Namun, ada
beberapa kesulitan yang dihadapi komunitas waria dalam proses adaptasi ini, yaitu
penolakan saat awal kepindahan ke Dusun Jetisharjo, kesulitan membangun
kepercayaan, kecurigaan warga tentang Pondok Pesantren Waria Al – Fatah sebagai
tempat berkumpulnya komunitas gay, dan juga ditakutkan membawa pengaruh
buruk bagi anak – anak.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: proses adaptasi, kesulitan, komunitas waria, pondok pesantren
Subjects: Sosiologi > Media
Divisions: Fakultas ISIP > Sosiologi
Date Deposited: 05 Dec 2025 01:47
Last Modified: 05 Dec 2025 01:47
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36248

Actions (login required)

View Item
View Item