Selig, Ambrosius (2025) REVITALISASI PERMUKIMAN DI BANTARAN SUNGAI WINONGO PAKUNCEN, WIROBRAJAN, KOTA YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN “WATERFRONT ARCHITECTURE”. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210118774_Bab 0.pdf
File Pdf (801kB)
210118774_Bab 1.pdf
File Pdf (530kB)
210118774_Bab 2.pdf
File Pdf (962kB)
210118774_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210118774_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (5MB)
210118774_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
210118774_Lamp.pdf
File Pdf (37MB)
Abstract
Saat ini, permukiman yang tidak layak huni, termasuk rumah tidak layak huni,
pertokoan, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang tidak sesuai standar dan
sering diabaikan oleh masyarakat dan pemerintah. Kondisi fisik dan lingkungan
permukiman juga sering diabaikan. Kehidupan ekonomi dan sosial penduduk kota
Yogyakarta masih di bawah rata-rata, memiliki banyak lokasi permukiman kumuh,
baik di kota maupun di bantaran sungai, disebabkan oleh sarana dan penduduk
yang terlalu padat dan prasarana yang kurang memadai. Masyarakat yang
memiliki kondisi finansial rendah mencari tempat tinggal, terutama di sekitar
bantaran sungai Winongo di Yogyakarta. Tujuan penataan permukiman ini adalah
untuk membuat permukiman di bantaran sungai Winongo Pakuncen, Wirobrajan,
Kota Yogyakarta pada area tepi sungai tidak lagi di pandang sebelah mata.
Permasalahan penataan dilakukan dengan pendekatan waterfront architecture
menurut teori Wren (1983), Toree (1989) dan Permen PUPR Nomor 2 Tahun 2016
terdiri dari faktor geografis: kondisi perairan, yaitu jenis (laut, sungai, dst), dimensi
dan konfigurasi, pasang-surut, kualitas airnya, kondisi lahan, ukuran, konfigurasi,
daya dukung tanah, Iklim, yaitu menyangkut jenis musim, temperatur, angin, serta
curah hujan. Konteks perkotaan (urban context): pemakai, khasanah sejarah dan
budaya, aksesibilitas, karakter visual. Dan, banyak dari warga kurang
memperhatikan dan mengikuti aturan garis sempadan sungai. Permasalahan
penataan permukiman yang akan diselesaikan menurut United Nations SDGs
poin 6 tentang clean water and sanitasion yaitu pembangunan infrastruktur air
bersih dan sanitasi yang memadai, yang mencakup sistem distribusi air bersih
dan instalasi pengolahan air kotor dan kakus dan sustainable cities and
comunities, poin 11 yaitu penataan rumah, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang
sesuai standar mempertimbangkan tata ruang yang efisien dan ramah
lingkungan, menciptakan dan menjaga ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah
termasuk daur ulang dan pengurangan sampah. Lokasi penataan permukiman
yang dipilih berada di RT 48 - 51, RW 11 Kelurahan Pakuncen, Kecamatan
Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta dekat dengan
sungai winongo. Metode yang dilakukan dengan pengambilan data primer, data
sekunder dan metode analisis dilakukan dengan mengidentifikasi data dan tapak.
Gagasan perancangan dengan menyelesaikan masalah pada tapak dengan
menyelesaikan permasalahan rumah tidak layak huni, toko, musholla, PAUD,
Posyandu, sanitasi (air bersih, septic tank, saluran pembuangan limbah cair dan
limbah padat) dan pengelolaan sampah dilakukan dengan sesuai standar.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Revitalization, Clean Water and Sanitasion, Sustainable Cities and Comunities, Waterfront Architecture, Inclusivity |
| Subjects: | Arsitektur > Lingkungan Kawasan Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 01:39 |
| Last Modified: | 20 Oct 2025 01:39 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34777 |
