Krisnawan, Ni Putu Tiana Yastika (2025) PERANCANGAN PUSAT TERAPI DENGAN BANTUAN HEWAN DI SLEMAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MULTISPESIES. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210118518_Bab 0.pdf
File Pdf (455kB)
210118518_Bab 1.pdf
File Pdf (638kB)
210118518_Bab 2.pdf
File Pdf (1MB)
210118518_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210118518_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210118518_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210118518_Lamp.pdf
File Pdf (86MB)
Abstract
Gangguan mental menjadi masalah kesehatan yang mendesak dalam peradaban
modern. Seiring dengan kemajuan teknologi dan evolusi waktu, tekanan psikologis dan sosial
meningkat. Gangguan mental ini terutama berdampak pada ketidakstabilan emosi. Gangguan
mental dan kondisi neurologis berhubungan juga dengan Cognitive Control (CC) dan atau
disfungsi korteks prefrontal (PFC) (Naomi and Trevor, 2021) yang memfungsikan manusia
dalam pengambilan keputusan, impuls, perhatian, dan lain sebagainya.
Sudah banyak fasilitas terapi yang berfokus pada membantu orang pulih dari berbagai
gangguan fisik dan mental yang ringan hingga kronis. Namun, ada saat ketika fasilitas yang
disediakan tidak memadai, dan aspek bangunannya tidak mendukung pemulihan. Oleh karena
itu, tujuan dari desain pusat terapi dengan dukungan hewan dan pendekatan arsitektur
multispesies adalah untuk mengurangi tingkat stres dan depresi yang ringan hingga sedang.
Konstruksi bangunan ini akan menarik pecinta hewan dan memiliki kemampuan untuk
meningkatkan neuroarsitektur hubungan pengguna-lingkungan.
Peradaban ini banyak keluhan akan menurunnya kesehatan mental/ mental illness,
Penelitian formal pertama yang melihat psikoterapi hewan peliharaan dan manfaat
pengobatannya diterbitkan pada tahun 1960-an (Young dan Horton, 2019). Terapi berbantuan
hewan adalah tambahan yang sangat bermanfaat untuk terapi wicara konvensional, tetapi
kurang dimanfaatkan dan kurang diteliti (Erin Poore, 2023). Menurut penelitian, terapi hewan
tidak digunakan sebagai pengganti terapi berbasis bukti melainkan sebagai pengobatan
tambahan atau terapi alternatif (James Regan, 2022). Maylos et al., 2020.
Perancangan ini akan menunjukkan bahwa berinteraksi dengan hewan dapat membawa
manfaat emosional yang signifikan, seperti mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan
perasaan kesejahteraan. Terapi berbantuan hewan juga dapat meningkatkan fungsi kognitif,
seperti memori dan perhatian yang lebih baik, dan mengurangi depresi dan kecemasan.
Akibatnya, pusat terapi ini tidak hanya mempertahankan fasilitas terapi wicara konvensional
yang telah terbukti berhasil, tetapi juga menambah fasilitas yang memungkinkan interaksi
dengan hewan. Diharapkan bahwa penggabungan terapi wicara konvensional dan terapi
berbantuan hewan akan memungkinkan pendekatan yang lebih komprehensif untuk
menangani masalah kesehatan mental dan kognitif dengan memperkuat hubungan emosional
pasien-hewan sebagai bagian dari proses penyembuhan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Therapy Center, Animal- Assisted Therapy (AAT), Architecture Multispecies, Neuroarchitecture, Cognitive, Emotion, Mental Health Disorder. |
| Subjects: | Arsitektur > Teknologi Arsitektural Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 17 Oct 2025 02:10 |
| Last Modified: | 17 Oct 2025 02:10 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34760 |
