Indah, Nyoman Sari (2025) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) TERHADAP Propionibacterium acnes ATCC 6919 DAN Staphylococcus epidermidis FNCC 0048. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Nyoman Sari Indah)
200802191_Bab 0.pdf

File Pdf (865kB)
Text
200802191_Bab 1.pdf

File Pdf (378kB)
Text
200802191_Bab 2.pdf

File Pdf (608kB)
Text
200802191_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (507kB)
Text
200802191_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (963kB)
Text
200802191_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (2MB)

Abstract

Jerawat merupakan permasalahan kulit yang umum ditemukan dan dapat
menimbulkan kurangnya kepercayaan diri pada seseorang. Jerawat dapat
disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis.
Buah jambu biji merah merupakan buah tropis di Indonesia dan memiiliki
kandungan flavonoid yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui
potensi dari buah jambu biji merah untuk menghambat pertumbuhan
Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini meliputi
tahapan pembuatan ekstrak, uji kemurnian bakteri, dan pengujian aktivitas
antibakteri. Rancangan percobaan pada penelitian dilakukan menggunakan
rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan variasi konsentrasi ekstrak
etanol 70% buah jambu biji, klindamisin (K+), dan etanol 70% (K-) terhadap
pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis.
Ekstraksi buah jambu biji merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol 70%. Rendemen yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebesar
50,87% serta memiliki karakteristik ekstrak kental berwarna kecoklatan, tekstur
kental seperti pasta, dan memiliki aroma khas buah jambu biji. Hasil uji fitokimia
kualitatif menunjukkan ekstrak etanol 70% buah jambu biji merah mengandung
senyawa flavonoid, tanin, triterpenoid, dan saponin. Pengujian aktivitas antibakteri
dilakukan dengan metode difusi sumuran serta menentukan konsentrasi hambat
minimum. Hasil daya hambat ekstrak etanol 70% buah jambu biji merah
konsentrasi 30%, 45%, dan 60% terhadap Propionibacterium acnes yaitu sebesar
7,962 mm, 8,802 mm, dan 9,87 mm. Daya hambat ekstrak etanol 70% buah jambu
biji merah konsentrasi 30%, 45%, dan 60% terhadap Staphylococcus epidermidis
yaitu sebesar 5,292 mm, 6,11 mm, dan 6,916 mm. Aktivitas antibakteri yang
dihasilkan oleh ekstrak etanol 70% buah jambu biji merah tergolong dalam kategori
sedang berdasarkan nilai zona hambat. Konsentrasi hambat minimum ekstrak
etanol buah jambu biji merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan
Staphylococcus epidermidis yaitu sebesar 30%. Ekstrak etanol 70% buah jambu biji
merah memiliki senyawa fitokimia yaitu flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid
yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Antibakteri, Jerawat, Jambu biji merah, Zona hambat, Ekstrak, Difusi Agar, Senyawa Fitokimia, Konsentrasi Hambat Minimum.
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Date Deposited: 08 Aug 2025 02:47
Last Modified: 08 Aug 2025 02:47
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/34324

Actions (login required)

View Item
View Item