Dewa, Yoseph Arya (2022) PANTI WREDA DI KABUPATEN SLEMAN DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI DAN PERILAKU LANSIA YANG DIDASARKAN PADA KEMAMPUAN SENSORIK DAN MOTORIK YANG MULAI MENURUN. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Yoseph Arya Dewa)
170117068_Bab 0.pdf

File Pdf (3MB)
Text
170117068_Bab 1.pdf

File Pdf (861kB)
Text
170117068_Bab 2.pdf

File Pdf (544kB)
Text
170117068_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (364kB)
Text
170117068_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (629kB)
Text
170117068_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (2MB)

Abstract

PANTI WREDA DI KABUPATEN SLEMAN | YOSEPH ARYA DEWA | 170117068 III
ABSTRAK
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan jumlah penduduk sebesar
270.203.917 jiwa. Berbagai pembangunan telah dilalui oleh negara ini dengan salah satu
dampak meningkatnya angka kualitas hidup dan harapan hidup dari masyarakat. Hal ini terlihat
dari hasil proyeksi jumlah penduduk Indonesia hingga tahun 2045 yang mengalami
peningkatan. Salah satu konsekuensi dari peningkatan harapan hidup warga negara adalah
peningkatan persentase penduduk usia lanjut (Lansia). Menurut data yang dihimpun dari Badan
Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 diproyeksikan bahwa jumlah penduduk lanjut usia (Lansia)
pada tahun 2045 akan mencapai seperlima dari seluruh penduduk Indonesia. Peningkatan
jumlah warga negara yang berusia Lansia disertai dengan meningkatnya risiko ketergantungan
seorang lansia pada orang sekitar yang berusia produktif. Artinya beban pada suatu keluarga
atau komunitas akan meningkat.
Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup akan keluarga memaksa seseorang untuk
bekerja yang tidak jarang hingga ke luar daerah, sehingga orang lanjut usia dikeluarga mereka
berpotensi untuk tinggal sendiri dimasa tua mereka, oleh karena itu perlu diadakan sebuah
rumah bagi lansia atau panti wreda yang dapat mewadahi mereka dengan fasilitas yang
menyerupai rumah dan tetap menstimulus seorang lansia untuk berkegiatan dan produktif.
Sementara itu tren bagi lansia untuk tinggal di panti wreda semakin meningkat seiring dengan
munculnya panti wreda yang menawarkan fasilitas dan pelayanan terbaik bagi penghuninya,
dan menurut salah satu laman berita menyebutkan bahwa potensi bisnis dari panti wreda di
Indonesia masih dalam kondisi peluang yang besar.
Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu provinsi di Indonesia menempati urutan
pertama dengan jumlah lansia terbanyak dengan persentase penduduk terkonsentrasi di
Kabupaten Sleman, sehingga perancangan panti wreda akan berada di Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Memasuki usia yang tergolong senja seorang lansia sudah mengalami penurunan fungsi
organ tubuh, penurunan ini memiliki akibat kepada kemampuan sensorik dan motorik dari
seorang lansia yang mulai menurun, sehingga seorang lansia akan mengalami perlambatan
dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Perancangan sebuah tempat tinggal hendaknya mengedepankan tuntutan dari pengguna,
misalnya sebuah panti wreda yang betul-betul memperhatikan lansia dari sisi kemampuan
sensorik dan motorik yang mulai menurun, sehingga dalam kegiatan sehari-hari mereka merasa
tenang, aman dan nyaman. Untuk mencapai tuntutan tersebut maka strategi yang akan
ditempuh adalah melalui penataan lansekap dan suasana ruang luar, kejelasan sirkulasi dan
pencapaian antar ruang serta besaran ruang sirkulasi yang memadahi, kemudian melalui
penataan perabot ruang dalam dan suasana ruang dalam.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Panti wreda, psikologi dan perilaku, sensorik dan motorik, perancangan.
Subjects: Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 19 Mar 2024 11:10
Last Modified: 19 Mar 2024 11:10
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/31461

Actions (login required)

View Item
View Item