Nugroho, Amelia Herawati (2015) KUALITAS SOSIS JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus Jacq.) DAN TEPUNG LABU KUNING DENGAN KOMBINASI TEPUNG TAPIOKA DAN KARAGINAN (Eucheuma cottonii Doty.). S1 thesis, UAJY.
0BL01213.pdf
File Pdf (1MB)
1BL01213.pdf
File Pdf (251kB)
2BL01213.pdf
File Pdf (789kB)
3BL01213.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (486kB)
4BL01213.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
5BL01213.pdf
File Pdf (230kB)
Abstract
Sosis merupakan makanan olahan dari daging yang dijadikan sebagai
salah satu pangan sumber protein. Pemanfaatan jamur tiram putih menjadi produk
sosis merupakan salah satu solusi untuk menghadirkan produk sosis nabati yang
menyehatkan. Sosis jamur tiram diharapkan dapat memenuhi selera konsumen
akan makanan yang berserat dan rendah lemak. Jamur tiram putih (Pleurotus
ostreatus Jacq.) mengandung serat sebesar 11,5% dan lemak sebesar 1,7-2,2%.
Penambahan tepung labu kuning dalam pembuatan sosis jamur tiram putih
bertujuan memperkaya kandungan gizi yaitu vitamin A (betakaroten). Dalam
penelitian ini tepung tapioka dikombinasikan dengan karaginan yang berasal dari
ekstrak Euchemua cottonii Doty bahan pengikat alami sehingga diperoleh adonan
sosis yang kompak dan tidak berongga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kombinasi tepung tapioka dan karaginan yang paling tepat dan mengetahui
pengaruhnya terhadap sifat fisik, kimia, mikrobiologis, dan organoleptik untuk
mendapatkan kualitas sosis jamur tiram putih dan tepung labu kuning yang paling
baik. Tujuan kedua adalah mengetahui konsentrasi kombinasi tepung tapioka dan
karaginan yang paling tepat untuk mendapatkan kualitas sosis yang paling baik.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan kombinasi Tepung Tapioka dan Karaginan dan dilakukan tiga kali
ulangan. Tahapan penelitian ini meliputi pembuatan tepung labu kuning, uji
proksimat tepung labu kuning, pembuatan sosis jamur tiram putih, uji kimia
(kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, kadar serat larut, kadar lemak, kadar
protein, dan kadar betakaroten), uji sifat fisik (analisis warna dan analisis tekstur),
uji mikrobiologi (uji angka lempeng total dan Staphylococcus aureus), uji
organoleptik, dan analisis data menggunakan ANAVA. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi tepung tapioka dan karaginan
memberi pengaruh terhadap sifat fisik, kimia, mikrobiologis, dan organoleptik.
Kombinasi tepung tapioka 7% dan karaginan 3% adalah konsentrasi yang paling
tepat ditinjau dari hasil uji kimia dan telah memenuhi SNI berdasarkan uji kimia,
fisik, dan mikrobiologi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sosis jamur tiram putih, Tepung Tapioka dan Karaginan |
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Pangan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 26 Jan 2016 08:49 |
| Last Modified: | 26 Jan 2016 08:49 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/8615 |
