Tyassena, Asteria Floretta Anindha (2015) PENGARUH VARIASI KADAR MOLASE DAN LIMBAH JAMU (BERAS KENCUR DAN DAUN PEPAYA) TERHADAP PENGHASILAN BIOGAS OLEH BAKTERI METANOGE. S1 thesis, UAJY.
0BL01208.pdf
File Pdf (821kB)
1BL01208.pdf
File Pdf (156kB)
2BL01208.pdf
File Pdf (437kB)
3BL01208.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (446kB)
4BL01208.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (363kB)
5BL01208.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Pembuatan biogas dengan memanfaatkan limbah jamu beras kencur dan
daun pepaya merupakan salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik untuk
menggali potensi bioenergi di Indonesia. Selain itu, melihat kandungan
karbohidrat yang terkandung dalam limbah jamu yang cukup tinggi (11,9 gram
pada daun pepaya, 4,14 g pada kencur, dan 78,9 gram pada beras) dapat
dikonversi menjadi energi alternatif berupa gas metana. Molase adalah hasil
samping pembuatan gula tebu, memiliki kandungan gula yang cukup tinggi
(sukrosa 30-40%, glukosa 4-9%, dan fruktosa 5-12%) dapat digunakan sebagai
nutrisi tambahan dalam proses fermentasi anaerobik, harganya yang murah dan
mudah didapatkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nisbah volume
limbah jamu daun pepaya dan beras kencur dengan molase untuk menghasilkan
volume biogas terbanyak, serta untuk mengetahui volume gas metana tertinggi.
Produksi biogas menggunakan pralon diameter 4 inch dengan panjang 15 cm
yang dibawah dan diatasnya ditutup rapat, serta pada bagian atas alat diberi kran.
Variasi penambahan molase sebesar 10, 20, 30, dan 40%. Fermentasi bahanbahan
dilakukan selama empat hari. Parameter yang diamati yaitu banyaknya gas
metan yang dihasilkan. Kontrol positif berupa penambahan bakteri metanogen
yang diisolasi dari rumen sapi dan bakteri selulolitik yang diisolasi dari probiotik
starbio, sedangkan kontrol negatif berupa penambahan bakteri selulolitik.
Tahapan percobaan yang dilakukan, isolasi bakteri metanogen dari rumen sapi,
fermentasi limbah jamu, dan analisis gas metana yang diproduksi. Rancangan
percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap. Data yang diperoleh
dianalisis dengan ANAVA menggunakan SPSS versi 20.0 pada tingkat
kepercayaan 95%. Hasil yang didapat, persentase gas metan tertinggi pada
kontrol positif dengan rata-rata gas metan sebesar 67,337%, sedangkan produksi
gas metan tertinggi antarperlakuan pada penambahan molase sebesar 30%, yaitu
sebesar 19,026%. Gas metan paling rendah pada kontrol negatif dengan nilai 0%
atau dapat dikatan tidak terbentuk gas metana sama sekali.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | limbah jamu, molase, biogas |
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Industri |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 25 Jan 2016 10:31 |
| Last Modified: | 25 Jan 2016 10:31 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/8610 |
