Perbawaningsih, Yudi and Sulistyaningtyas, Ike Devi PLUS MINUS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL (2015). [Research]
KOM35604.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (4MB)
Abstract
Tekanan nilai budaya yang mengharuskan perempuan Indonesia untuk menikah
memaksa perempuan, apalagi dengan usia yang sudah dewasa, untuk segera mencari
pasangan hidupnya. Sebab jika tidak, maka stigma buruk, tidak hanya akan melekat pada
dirinya tetapi juga keluarganya. Oleh karena itu, jika si anak perempuan tidak segera
menikah, tanggung jawab orang tua untuk mencarikan jodoh buat anaknya, atau si
perempuan akan berusaha sedemikian rupa untuk mendapatkan jodoh, termasuk di antaranya
adalah dengan mengikuti biro jodoh. Namun, usaha ini pun harus ‘diam-diam’ dilakukan
sebab jika diketahui oleh masyarakat, stigma buruk akan kembali melekat.
Hadirnya media sosial sebagai media berbasis internet menjadi ‘dewa penolong’ bagi
perempuan-perempuan ini. Media sosial mempermudah seseorang menemukan teman,
membangun pertemanan hingga ke arah yang lebih intim. Tidak hanya mudah, media sosial
menawarkan banyak keunggulan yakni murah, terutama jika ‘teman’ berasal dari jauh, dan
privacy terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji relevansi teori penetrasi sosial dalam
kondisi yang baru yakni berbasis pada media sosial dan berlatat belakang budaya yang
berbeda.
Dengan menggunakan studi ethnografi dan teknik pengumpulan data obseravasi
partisipatif dimana peneliti sekaligus subyek yang diteliti, penelitian ini menunjukkan bahwa
teori penetrasi sosial yang menjelaskan tentang tahapan proses perkembangan relasi ternyata
masih cukup relevan digunakan untuk memahami relasi interpersonal berbasis media sosial
dan pasangan memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Proses perkembangan relasi
berjalan bertahap namun waktu yang diperlukan untuk bergerak dari tahap satu ke tahap
berikutnya jauh lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh mudahnya melakukan self disclosure –
kunci menuju keintiman, sementara di sisi lain, privacy tetap terjaga. Akan tetapi sebaliknya,
hal ini juga dapat membuat proses berjalan mundur bahkan berhenti.
Di sisi lain, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dalam
membangun relasi dan interaksi interpersonal dapat mengarahkan pada terbangunnya relasi
pertemanan yang rapuh karena ada unsur ketidakjujuran dari pasangan. ‘Teman’ virtual ini
ternyata sebagian adalah palsu, tujuan palsu, alamat palsu dan tentu cinta yang palsu.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | interpersonal communication, social media, virtual friends, social penetration. |
| Subjects: | Komunikasi > Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 15 Jun 2015 07:56 |
| Last Modified: | 05 Mar 2025 04:51 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/7457 |
