Astuti Depari, Catharina Dwi STRUKTUR RUANG PERMUKIMAN GUNUNGAPI MERAPI SEBAGAI SIMBOL KEARIFAN LOKAL BERBASIS MITIGASI BENCANA (2014). [Research]
TA78900ok.pdf
File Pdf (8MB)
Abstract
Isu kebencanaan khususnya yang diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi telah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan sehari-hari khususnya
masyarakat pemukim yang tinggal di daerah gunung berapi. Sebagai negara yang secara
geografis berada di jalur gunung berapi Pasifik (Pasific ring of fire), Indonesia termasuk
dalam kategori negara dengan resiko ancaman gunung berapi yang relatif tinggi. Selain
itu, Indonesia dikenal pula sebagai sentra artifak budaya melalui sejumlah peninggalan
arkeologis termasuk permukiman historis yang melambangkan adanya sistem keyakinan
dan budaya setempat yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Rapoport (1977)
menyatakan bahwa terdapat relasi yang sangat erat antara pandangan hidup, aktivitas
budaya dengan proses terbentuknya suatu permukiman. Dengan demikian, konsep tata
ruang permukiman tradisional pada kawasan gunungapi Merapi sangat dipengaruhi pula
oleh konsep-konsep kearifan lokal yang antara lain memuat pengetahuan masa lampau
khususnya berkaitan dengan konsep mitigasi bencana vulkanik.
Penelitian berjudul “Struktur Ruang Permukiman Gunungapi Merapi sebagai
Simbol Kearifan Lokal Berbasis Mitigasi Bencana” ditujukan untuk menegaskan kembali
hakikat kearifan lokal sebagai elemen penting untuk meningkatkan kemampuan
lingkungan permukiman dan budaya setempat dalam menghadapi resiko bencana
vulkanik. Kuatnya desakan globalisasi tentunya akan mengancam keberlangsungan
kearifan lokal dan tradisi budaya setempat. Penelitian dilakukan dengan berpijak pada
Rencana Induk Penelitian Universitas dan Fakultas Teknik serta Grand Design Penelitian
Prodi Arsitektur FT UAJY Tahun 2010-2020 yang menekankan pentingnya kajian dan
penelitian yang mengangkat isu kearifan lokal dan budaya untuk secara terus menerus
dilakukan.
Penelitian berusaha menjawab dua pertanyaan, yaitu: (1) Bagaimanakah
kearifan lokal mengenai mitigasi bencana vulkanik dapat mempengaruhi pembentukan
struktur ruang permukiman gunungapi Merapi? (2) Bagaimanakah nilai-nilai kearifan lokal
kawasan gunungapi Merapi tersebut dapat beradaptasi dengan kebutuhan masa kini
khususnya ditinjau dari struktur ruang permukiman setempat?
Penelitian menggunakan pendekatan etnografi dan interpretive yang mencari
pemecahan masalah dari sudut pandang budaya sehingga penelitian akan didahului oleh
tahap penafsiran terhadap konsep-konsep masa lampau yang mempengaruhi aktivitas
budaya dan pola bermukim masyarakat kawasan kajian. Pendekatan etnografi sangat
bergantung pada metode participant observation, yaitu bagaimana peneliti berpartisipasi
secara total khususnya pada tahap interpretasi, sedangkan pendekatan interpretive
mendasarkan interpretasi pada pengetahuan dan pengalaman lokal.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Struktur Ruang, Gunungapi, Kearifan Lokal, Mitigasi Bencana |
| Subjects: | Arsitektur > Lingkungan Kawasan Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 20 Feb 2015 09:57 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 01:54 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/6873 |
