NURRAYA, NILAM (2012) Pers dalam Pemberitaan Kerusuhan di Temanggung Sub Judul: Analisis isi Imparsialitas pemberitaan Kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah pada Kompas periode Februari 2011- Maret 2011. S1 thesis, UAJY.
0KOM02771.pdf
File Pdf (381kB)
1KOM02771.pdf
File Pdf (214kB)
2KOM02771.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (55kB)
3KOM02771.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (283kB)
4KOM02771.pdf
File Pdf (7MB)
Abstract
Penelitian ini berjudul Analisis isi imparsialitas pemberitaan Kerusuhan di
Temanggung, Jawa Tengah pada Kompas periode Februari 2011 – Maret 2011.
Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif pada teks berita di Kompas
mengenai Kasus Kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah periode 9 Februari 2011 –
15 Maret 2011. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan imparsialitas
dalam penulisan berita di Kompas.
Kompas merupakan surat kabar harian nasional yang memiliki intensitas yang
tinggi dalam memberitakan kasus kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah. Kompas
memiliki perhatian dalam memberitakan ini pada periode Februari 2011 – Maret 2011.
Penelitian ini menggunakan teori objektivitas dengan mengadopsi kerangka
konseptual Westerstahl tahun 1983. Kerangka konseptual milik Westersthl pada
kategori impartiality atau ketidakberpihakan dipakai sebagai alat bantu untuk
mengevalusi isi teks berita untuk megetahui apakah imparsialitas diterapkan surat kabar
Kompas pada pemberitaan kasus kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah. Kompas
memiliki latar belakang sebagai media bernuasa kristiani yang dibentuk Partai Katolik,
namun Kompas memilki cirri khas yang hati-hati dalam penulisan berita kontroversi
atau bermuatan SARA.
Penelitian ini menggunakan total sampel atau populasi dari seluruh pemberitaan
terkait kasus kerusuhan Temanggung yang terdapat pada halaman utama, politik dan
hukum, umum, dan nusantara. Teks berita Kompas yang terkait berjumlah 35 judul
berita. Berita selanjutnya dianalisis dengan mengisi lembar koding. Untuk mengetahui
kehandalan lembar koding yang telah dibuat, peneliti melakukan perbandingan dengan
dua pengkoding lainnya. Setelah diperoleh bukti akan kehandalan alat ukur, peneliti
menggunakan hasil lembar koding dalam tabulasi silang menggunakan diagram untuk
mendiskripsikan hasil penelitian dan untuk mengetahui apakah imparsialitas diterapkan
Kompas dalam memberitakan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah periode
Februari 2011 – Maret 2011.
Peneliti menyimpulkan bahwa Kompas sudah berupaya menerapkan imparsialitas,
berdasarkan presentase 59,48% berita terkait kerusuhan di Temanggung sudah
menrapkan imparsialitas. Akan tetapi, Kompas belum menerapkan sepenuhnya prinsip
imparsialitas pada teks berita terkait kasus kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah
karena pada setiap pemberitaannya memiliki unsur keberpihakan dilihat dari hasil
analisis dalam segi balance atau pun netralitasnya, Kompas menunjukkan bahwa
pemerintah dan aparat kemanan merupakan pihak yang disalahkan atas terjadinya
kerusuhan dan dinilai gagal dalam penanggulangan kerusuhan. Hal ini ditunjukkan
dengan tingginya persentase slant yang berupa kritikan terhadap pemerintah dan aparat
keamanan mencapai 31,43%, sedangkan ketidakseimbangan porsi alinea mencapai
62,87% yang menampilkan pihak yang kontra terhadap pemerintah dan aparat
keamanan.
Semoga penelitian ini dapat berguna sebagai referensi penelitian selanjutnya dan
acuan bagi pengembangan penelitian selanjutnya. Peneliti berharap bagi penelitian
selanjutnya yang menyangkut pemberitaan isu SARA, mampu membandingkan
pemberitaan kasus-kasus terkait SARA yang terjadi di Indonesia pada berbagai periode
untuk mengetahui konsitensi penerapan profesionalitas media.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi > Kajian Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 16 Apr 2013 10:20 |
| Last Modified: | 16 Apr 2013 10:20 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/517 |
