ADHITYA, HENDY (2012) REPRESENTASI PRAKTIK ALTERNATIVE JOURNALISM JOE SACCO DALAM NARASI KOMIK PALESTINE SEBUAH STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF DENGAN METODE STRUKTURALISME GENETIK PIERRE BOURDIEU. S1 thesis, UAJY.
0KOM02702.pdf
Download (779kB) | Preview
1KOM02702.pdf
Download (601kB) | Preview
2KOM02702.pdf
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
3KOM02702.pdf
Download (842kB) | Preview
Abstract
Alternative journalism atau jurnalisme alternatif pada dasarnya merupakan
bentuk tandingan terhadap praktik dominan dalam jurnalisme yang dilakukan oleh
media-media mainstream (mainstream journalism). Jurnalisme jenis ini
mengkritik praktik jurnalistik media arus utama dalam hal, representasi dan
sumber berita; struktur piramida terbalik berita; hirarki dan ekonomi-politik media
mainstream; profesionalisme pewarta; objektivitas, dan; posisi subordinat audiens
sebagai penerima pesan.
Pada riset ini peneliti membahas tentang representasi praktik alternative
journalism yang dilakukan Joe Sacco dalam narasi komik Palestine. Peneliti
memakai metode strukturalisme genetik Pierre Bourdieu dan bersifat deskriptif
kualitatif dalam meneliti topik ini.
Hasil riset menemukan, representasi praktik alternative journalism Joe
Sacco dalam narasi komik Palestine terlihat dari: (1) Keberpihakan Joe Sacco
terhadap objek liputan. (2) Joe Sacco melaporkan liputannya dari sudut pandang
orang pertama. (3) Isi komik Palestine didominasi oleh laporan saksi mata warga
Arab Palestina yang mengalami perlakuan kekerasan dari aparat Israel. (4) Cara
Sacco dalam membangun reliabilitas dan kredibilitas dengan para narasumbernya
di Israel dan Palestina adalah dengan memaksimalkan modal kultural dan modal
simboliknya sebagai seorang jurnalis.
Sementara itu, penemuan riset atas pandangan Joe Sacco terhadap
alternative journalism di antaranya: (1) Jurnalis harus jujur menuliskan fakta yang
mereka ketahui dan rasakan saat proses liputan termasuk menceritakan behind the
news. (2) Comics Journalism, seperti yang diistilahkan Sacco, tidak jauh berbeda
dengan aliran jurnalisme yang lain. (3) Metode pengumpulan data seperti
observasi, wawancara, studi literatur oleh Sacco tidak jauh berbeda dari praktikpraktik jurnalistik pada umumnya. (4) Karakter Sacco dalam komik adalah
pengganti kata ganti orang pertama tunggal “I” (aku). (5) Karakter Sacco yang
berkacamata dalam komik tampil tanpa mata untuk menghindari pembaca
bersimpati kepadanya. (6) Jurnalis patut mengetahui bagaimana kehidupan
narasumbernya sebagai individu disamping opini-opininya. (7) Sacco memilih
komik sebagai medium penyampai pesan adalah karena dalam pengerjaannya, dia
tidak mendapatkan tekanan politik-ekonomi seperti pekerja media mainstream.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alternative Journalism, Komik, Konflik Israel-Palestina |
| Subjects: | Komunikasi > Jurnalisme |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Depositing User: | Editor UAJY |
| Date Deposited: | 16 Apr 2013 10:05 |
| Last Modified: | 01 May 2013 14:18 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/514 |
