NATHANIA, NATHANIA (2026) PENYUSUNAN MODUL MIKRO-INTERVENSI ARSITEKTUR SEBAGAI STRATEGI DESAIN BERKELANJUTAN DI KAWASAN WISATA. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
Bab_0.pdf
File Pdf (1MB)
Bab_1.pdf
File Pdf (614kB)
Bab_2.pdf
File Pdf (451kB)
Bab_3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (462kB)
Bab_4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
Bab_5.pdf
File Pdf (1MB)
Abstract
Industri pariwisata terus berkembang dengan memanfaatkan berbagai bentuk lanskap
dan ruang sebagai daya tarik utama, sehingga kebutuhan akan infrastruktur pendukung
menjadi tidak terhindarkan. Namun, pembangunan yang tidak memperhatikan alam sering
kali mengurangi kualitas ekologis maupun pengalaman ruang suatu destinasi. Melihat
tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan merumuskan modul mikro-intervensi arsitektur
yang dapat menjadi strategi desain berkelanjutan pada bangunan di kawasan wisata secara
umum. Modul ini diarahkan untuk membantu arsitek dan pengelola destinasi merancang
infrastruktur yang tetap fungsional dan meningkatkan kenyamanan pengunjung, namun
dengan dampak minimal terhadap lingkungan setempat. Adapun karakteristik strategi yang
tergolong dalam konsep mikro-intervensi arsitektur adalah memberi gangguan fisik minimal
terhadap tapak, intervensi yang terlokalisasi dan tepat sasaran, serta sistem kompensasi dan
regenerasi ekologis. Penyusunan modul dilakukan melalui sintesis indikator keberlanjutan
dari South Australian Tourism Commission (SATC), analisis strategi desain pada 4 studi
kasus wisata, seleksi kualifikasi karakteristik mikro-intervensi, uji validasi terhadap kriteria
ekologis, serta pembobotan prioritas isu menggunakan metode Analytical Hierarchy Process
(AHP). Hasil penelitian berupa prototipe modul yang bersifat fleksibel dan kontekstual,
bukan aturan baku, namun saran strategi yang dapat digunakan dalam berbagai situasi. Dari
hasil pembobotan didapatkan bahwa isu hidrologi memegang prioritas teratas dengan bobot
sebesar 27,7%, yang diikuti oleh (secara berurutan) isu tanah, vegetasi, energi, material, air,
dan limbah berada pada prioritas terendah dengan bobot 5,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa
aspek yang berkaitan dengan hidrologi pada lanskap alami menjadi faktor yang paling
berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Sehingga apabila seluruh isu belum dapat
diakomodasi secara bersamaan, maka perencanaan setidaknya dapat memprioritaskan isu
hidrologi karena dianggap memiliki dampak dan pengaruh paling signifikan terhadap
keberlanjutan lingkungan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tourism, Micro-Architectural Interventions, Sustainable Design, Design Guidelines, Environmental Impacts. |
| Subjects: | Arsitektur > Teknologi Arsitektural Penelitian Dosen > Arsitektur > Teknologi Arsitektural |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 02:30 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 02:30 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37775 |
