Nakulo, Karen Nina Putri (2026) PENGARUH KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MILENIAL DAN Z MELALUI KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SEBAGAI VARIABEL MEDIASI. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (COVER)
220327030_Bab 0.pdf

File Pdf (761kB)
Text (BAB I)
220327030_Bab 1.pdf

File Pdf (470kB)
Text (BAB II)
220327030_Bab 2.pdf

File Pdf (566kB)
Text (BAB III)
220327030_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (578kB)
Text (BAB IV)
220327030_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (616kB)
Text (BAB V)
220327030_Bab 5.pdf

File Pdf (754kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana keseimbangan kehidupan kerja memengaruhi
kinerja karyawan dari Generasi Milenial dan Generasi Z di Pulau Jawa, dengan
kesejahteraan psikologis sebagai faktor pemediasi di antara keduanya. Sebanyak
105 responden terlibat dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui kuesioner
daring dengan teknik pengambilan sampel non-probabilitas serta snowball,
kemudian dianalisis menggunakan pendekatan PLS-SEM dengan bantuan
perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil analisis menunjukkan keseimbangan kehidupan
kerja memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan maupun
tingkat kesejahteraan psikologis mereka. Di sisi lain, kesejahteraan psikologis itu
sendiri juga terbukti berdampak positif terhadap kinerja karyawan, sekaligus
berperan sebagai mediator yang menjembatani hubungan antara keseimbangan
kehidupan kerja dan kinerja. Dengan kata lain, ketika karyawan memiliki
keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik, kesejahteraan psikologis mereka
turut meningkat, yang pada gilirannya mendorong peningkatan kinerja. Demikian,
penelitian ini memiliki keterbatasan terutama karena data yang dikumpulkan
melalui survei daring rentan terhadap bias persepsi subjektif responden, serta
cakupan sampel yang terbatas pada Pulau Jawa sehingga hasilnya belum dapat
digeneralisasi secara luas. Penelitian ini belum mempertimbangkan sektor industri
responden dan memiliki cakupan populasi yang luas tanpa batasan sektor, sehingga
generalisasi hasil menjadi terbatas. Desain kuesioner yang menempatkan seluruh
pertanyaan penyaring dalam satu halaman juga berisiko menurunkan ketelitian
responden. Selain itu, indikator kinerja karyawan hanya menyisakan dua item valid,
di bawah standar minimum tiga item per konstruk. Berdasarkan temuan tersebut,
perusahaan disarankan untuk menerapkan kebijakan kerja yang lebih fleksibel,
membagi tugas secara proporsional, serta menghadirkan program kesejahteraan
seperti sesi relaksasi dan dukungan kesehatan mental guna menjaga stabilitas
psikologis karyawan. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan
ketiga variabel keseimbangan kehidupan kerja, kesejahteraan psikologis, dan
kinerja karyawan ke dalam satu model yang menguji peran mediasi secara simultan
pada pekerja muda di Pulau Jawa, sehingga memberikan perspektif empiris baru
mengenai pentingnya keseimbangan kehidupan kerja dan kesejahteraan psikologis
dalam mendukung kinerja di lingkungan kerja masa kini.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: keseimbangan kehidupan kerja, kinerja karyawan, kesejahteraan psikologis
Subjects: Manajemen > SDM dan Organisasi
Divisions: Fakultas Ekonomi > Manajemen
Date Deposited: 25 Sep 2026 03:54
Last Modified: 25 Sep 2026 03:54
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37700

Actions (login required)

View Item
View Item