Depari, Catharina Dwi Astuti and Kartika, Ida Aditya Wikana FAKTOR PENGARUH ENVIRONMENTAL DECISION-MAKING DAN PREFERENSI ADAPTASI TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN DI DAERAH KOSTAL SEMARANG (2026). [Research]

Text (Catharina Dwi Astuti Depari dan Ida Aditya Wikana Kartika)
Laporan Akhir Penelitian Catharina Dwi Astuti Depari, Ph.D-Ida Aditya.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (5MB)

Abstract

Dampak banjir yang diperparah oleh pembangunan di daerah kostal akan semakin mengancam
keberlanjutan ekosistem setempat sehingga adaptive capacity lokal perlu ditingkatkan. Penelitian
dengan pendekatan persepsi dapat berkontribusi dengan menghasilkan informasi mengenai dampak
bencana, strategi adaptasi, dan barrier-enabler adaptasi menurut pandangan lokal.
Penelitian berlokasi di kampung nelayan Tambaklorok, Semarang yang rentan terhadap ancaman
banjir. Sejak tahun 2017, Pemerintah telah membangun shore protective measures seperti tanggul.
Meskipun efektif mereduksi risiko bencana, infrastruktur tersebut dapat mengganggu keberlanjutan
ekosistem kostal. Selain itu, pembangunan yang tidak terkontrol pascapenetapan Tambaklorok sebagai
Kampung Bahari dapat memperparah penurunan level tanah hingga meningkatkan kerentanan
kawasan terhadap ancaman bencana.
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh environmental decision
making warga terkait adaptasi terhadap dampak perubahan lingkungan secara longitudinal. Penelitian
mengadopsi mixed method analysis yang menggabungkan antara multinomial logistic regression,
principal component analysis, dengan grounded-theory analysis untuk membangun konsep mengenai
preferensi adaptasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa persepsi warga terhadap perubahan
lingkungan sangat dipengaruhi oleh faktor bencana alam daripada dampak pembangunan pelabuhan,
faktor yang mempengaruhi environmental decision making warga adalah agency, access to
credits/loans, dan atribut demografi age dan native born. Selain itu secara tata ruang, RW 12, 14, dan
15 memiliki cluster tipe attentive observers, RW 13 memiliki cluster tipe attentive observers dan
social activists, dan RW 16 memiliki cluster tipe attentive observers, cultural stewards, dan self-
assured individuals, sedangkan faktor barrier terhadap adaptasi warga secara umum adalah financial
conditions (45.51%), natural environmental conditions (35.96%), dan infrastructural conditions
(14.61%), dan faktor enabler adaptasi mencakup financial conditions (47%), social conditions (36%)
dan familial conditions (6%). Penelitian berkontribusi bagi peningkatan resiliensi warga dengan menghasilkan konsep mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi environmental decision making warga Tambaklorok berdasarkan pada dimensi dan indikator adaptive capacity yang secara praksis,
akan bermanfaat dalam menentukan program pembangunan yang sesuai dengan karakteristik kesiapan warga terhadap bencana.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: environmental decision-making, adaptive capacity, persepsi, perubahan lingkungan
Subjects: Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Penelitian Dosen > Arsitektur > Lingkungan Kawasan
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 28 Jul 2026 03:07
Last Modified: 28 Jul 2026 03:32
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37440

Actions (login required)

View Item
View Item