Parahita, Marcellinus Kalya (2025) INTERPRETASI MAKNA SAKRAL SENDANG SELIRAN, KOTAGEDE, YOGYAKARTA. Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
235419729_Bab 0.pdf
File Pdf (2MB)
235419729_Bab 1.pdf
File Pdf (702kB)
235419729_Bab 2.pdf
File Pdf (374kB)
235419729_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (337kB)
235419729_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (5MB)
235419729_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
235419729_Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (323kB)
235419729_Bab 7.pdf
File Pdf (393kB)
Abstract
Sendang Seliran merupakan bagian integral dari kompleks Masjid Gedhe Mataram Kotagede yang
sejak masa Mataram Islam berfungsi sebagai ruang sakral untuk ritual penyucian diri dan praktik
spiritual masyarakat Jawa. Namun, perkembangan urbanisasi, pariwisata, dan modernisasi telah mendorong terjadinya alih fungsi ruang yang menggeser makna sakral sendang menjadi ruang profan sekaligus destinasi wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
transformasi fisik dan simbolik ruang Sendang Seliran, serta menganalisis pergeseran makna
sakral yang muncul dalam praktik ritual maupun persepsi masyarakat. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan strukturalis, melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam, studi pustaka, serta dokumentasi spasial. Analisis dilakukan dengan
mengidentifikasi struktur simbolik ruang, menyusun oposisi biner sakral–profan, serta
menafsirkan perubahan makna melalui kerangka kosmologi Jawa dan teori produksi ruang
Lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ruang Sendang Seliran tidak hanya
terjadi pada aspek fisik, tetapi juga pada dimensi simbolik dan sosial. Alih fungsi dari ruang ritual
privat menjadi ruang publik-wisata menyebabkan terjadinya komersialisasi ritual, pergeseran
praktik sakral ke arah pertunjukan budaya, serta penurunan kesadaran spiritual di kalangan
generasi muda. Meskipun demikian, sebagian masyarakat dan juru kunci masih mempertahankan
makna tradisional sendang melalui ritual siraman, tapa brata, dan malam 1 Suro, yang memperlihatkan adanya negosiasi antara sakralitas dan modernitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sendang Seliran merupakan contoh nyata ruang sakral yang mengalami transformasi makna dalam konteks modern. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pelestarian yang mengintegrasikan nilai simbolik, praktik budaya, dan pengelolaan pariwisata agar keberlanjutan
sendang sebagai ruang spiritual sekaligus warisan budaya dapat terjaga.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Transformasi ruang; Ruang sakral; Sendang Seliran; Kosmologi Jawa; Pariwisata budaya |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 01:39 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:34 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37351 |
