Ivana, Maria (2026) TRANSFORMASI GENETIK AtRKD4 PADA KALUS EMBRIONIK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini) DENGAN VARIASI KONSENTRASI ASETOSIRINGON DAN DENSITAS OPTIK KULTUR Agrobacterium tumefaciens. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
190801998_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
190801998_Bab 1.pdf
File Pdf (406kB)
190801998_Bab 2.pdf
File Pdf (581kB)
190801998_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (544kB)
190801998_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (913kB)
190801998_Bab 5.pdf
File Pdf (4MB)
Abstract
Daun jamblang memiliki kandungan flavonoid turunan kuarsetin dan mirisetin. yang dapat berfungsi sebagai anti hiperglikemik dan juga dapat
digunakan dalam pengobatan karena memiliki sifat anti inflamantori dan antioksidan. Transformasi genetik dengan perantara Agrobacterium tumefaciens
merupakan alternatif dalam melakukan rekayasa genetik tanaman, terutama dalam pengaplikasian sifat spesifik dalam mengatasi hambatan dalam persilangan tumbuhan. Transformasi genetik menggunakan perantara A. tumefaciens dapat
dipengaruhi beberapa faktor antara lain, memerlukan optimasi dari desitas optik (OD) dari kultur A. tumefaciens dan konsentrasi dari senyawa asetosiringon yang digunakan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui morfologi dan struktur anatomi kalus embrionik daun jamblang sebagai target transformasi, mengetahui densitas
optik kultur A. tumefaciens yang menghasilkan frekuensi transformasi tertinggi dan
mengetahui konsentrasi asetosiringon yang menghasilkan frekuensi transformasi
tertinggi. Pengaruh densitas optik kultur bakteri terhadap frekuensi transformasi
genetik dilakukan sebagai tahapan pertama menggunakan variasi densitas optik
(OD600) sebesar 0,6; 0,8 dan 1,0 hingga didapatkan variasi yang menunjukan
freuensi transformasi terbaik. Tahapan kedua yaitu pengaruh konsentrasi asetosiringon terhadap frekuensi transformasi genetik menggunakan variasi konsentrasi 25 mg/L, 50 mg/L dan 75 mg/L. Kalus embrionik daun jamblang memiliki kalus dengan tekstur kompak berwarna hijau dengan struktur sel yang globural. Densitas optik kultur A. tumefaciens yang menunjukan hasil frekuensi transformasi tertinggi pada nilai OD600 0,6 yaitu sebesar 87,77%. Konsentrasi asetosiringon yang menunjukan hasil persentase frekuensi transformasi tertinggi pada konsentrasi 75 mg/L yaitu sebesar 93,33%.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Industri |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 02:29 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 03:36 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37337 |
