Rawambaku, Rambu Claudia and Barumun, Septian Juan (2025) PERANCANGAN PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS 4 LANTAI DI MAKASSAR. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
220219217_220219265_Bab 0.pdf
File Pdf (841kB)
220219217_220219265_Bab 1.pdf
File Pdf (451kB)
220219217_220219265_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
220219217_220219265_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
220219217_220219265_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (4MB)
220219217_220219265_Bab 5.pdf
File Pdf (22MB)
Abstract
Peningkatan kebutuhan akan ruang pendidikan di kawasan perkotaan
memerlukan infrastruktur bangunan yang memadai, efisien, dan memenuhi
persyaratan keamanan struktural. Salah satu bentuk pengembangan fasilitas
pendidikan tersebut adalah pembangunan gedung kampus bertingkat yang mampu
mengakomodasi kegiatan akademik dengan tata ruang yang efisien. Tugas akhir ini
berjudul “Perencanaan Pembangunan Gedung Kampus 4 Lantai di Makassar”,
yang bertujuan untuk merencanakan dan merancang struktur bangunan secara
menyeluruh, meliputi struktur atas dan struktur bawah, dengan memperhatikan
aspek kekuatan, kestabilan, dan kelayakan teknis sesuai dengan standar dan
peraturan nasional yang berlaku.
Permasalahan yang dikaji dalam tugas akhir ini adalah bagaimana merancang
sistem struktur gedung kampus empat lantai yang mampu menahan beban kerja
secara aman dan efisien, baik terhadap beban vertikal (beban mati dan beban
hidup) maupun beban lateral (beban gempa), dengan mempertimbangkan kondisi
geoteknik setempat dan efisiensi material. Kajian meliputi perencanaan elemen-
elemen struktur atas, yaitu kuda-kuda atap, pelat lantai, balok, kolom, dan
sambungan (hubungan balok kolom), serta struktur bawah yang terdiri atas
analisis daya dukung tanah, penentuan tipe dan dimensi fondasi, serta analisis
penurunan (settlement).
Metode perencanaan diawali dengan pengumpulan data perencanaan
bangunan, meliputi data arsitektur dan data tanah. Analisis struktur dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak ETABS, yang digunakan untuk memodelkan
struktur tiga dimensi dan memperoleh gaya dalam, momen lentur, serta reaksi
tumpuan pada setiap elemen struktur. Pemodelan memperhitungkan kombinasi
pembebanan sesuai dengan ketentuan SNI dan mempertimbangkan pengaruh
beban gempa dengan metode analisis dinamik respon spektrum. Nilai-nilai gaya
dalam yang dihasilkan digunakan sebagai dasar untuk menentukan dimensi elemen
dan kebutuhan tulangan beton bertulang.
Dalam perancangan Gedung Kampus 4 Lantai ini, beberapa standar nasional
Indonesia dijadikan acuan utama. Standar tersebut mencakup SNI 2847:2019,
yang mengatur persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, sebagai
pedoman perencanaan elemen beton bertulang seperti pelat, balok, dan kolom,
serta SNI 8900:2020, yang memberikan panduan desain sederhana untuk
bangunan beton bertulang dengan prinsip desain kapasitas. Untuk aspek
ketahanan gempa, digunakan SNI 1726:2019 sebagai pedoman dalam analisis
pembebanan gempa dan penentuan parameter seismik sesuai zona gempa
Makassar, sedangkan SNI 1727:2020 menjadi acuan utama dalam penentuan
beban minimum, termasuk beban mati, beban hidup, beban angin, dan kombinasi
beban yang berlaku. Selain itu, perencanaan kuda-kuda atap baja mengacu pada
SNI 1729:2015, yang mengatur spesifikasi bangunan gedung baja struktural. Aspek
geoteknik dan fondasi direncanakan berdasarkan SNI 8460:2017, yang mengatur
persyaratan perancangan geoteknik, termasuk perhitungan daya dukung tanah,
dimensi fondasi bored Pile, dan penurunan tanah.
Sistem struktur utama yang digunakan adalah rangka pemikul momen khusus
(SPRMK) karena memiliki daktilitas tinggi dan mampu menahan beban lateral
akibat gempa. Sistem lantai direncanakan menggunakan pelat beton bertulang satu
arah dan dua arah dengan tebal 130 mm yang ditumpu oleh balok anak dan balok
induk. Dimensi balok dan kolom ditentukan berdasarkan preliminary design
dengan hasil yang bervariasi.
Kuda-kuda atap menggunakan baja profil 2L mampu menahan kombinasi beban
angin dan beban atap dengan lendutan yang masih dalam batas izin. Sambungan
antara elemen baja juga diperhitungkan keamanannya. Semua elemen struktur
diuji terhadap kombinasi beban ultimit untuk memastikan bahwa tegangan kerja
tidak melebihi kekuatan nominal material.
Berdasarkan hasil penyelidikan tanah di lokasi proyek yang menunjukkan
kondisi lempung dengan daya dukung izin sebesar 858,21 kN/m², dipilih fondasi
bored Pile beton bertulang berdiameter 0,7 meter dengan kedalaman 16 meter.
Setiap kelompok fondasi terdiri dari beberapa tiang yang diikat oleh Pile cap. Hasil
analisis menunjukkan penurunan total masih aman dan memenuhi syarat yang ada
pada SNI.
Hasil perencanaan menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur, baik struktur
atas maupun struktur bawah, telah memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan
stabilitas terhadap beban rencana. Faktor keamanan struktur berada dalam batas
yang direkomendasikan, dan penggunaan material dinilai efisien tanpa
mengurangi aspek keselamatan. Sistem rangka beton bertulang dengan fondasi
bored Pile terbukti sesuai untuk kondisi tanah di wilayah Makassar yang termasuk
dalam zona gempa menengah.
Kesimpulannya, perencanaan struktur gedung kampus empat lantai di
Makassar ini telah memenuhi kriteria kekuatan, kestabilan, dan efisiensi sesuai
dengan peraturan dan standar nasional yang berlaku. Rancangan ini diharapkan
dapat menjadi referensi dalam pembangunan gedung bertingkat sejenis, dengan
catatan bahwa hasil analisis perlu diverifikasi melalui data geoteknik lapangan
dan uji material aktual sebelum tahap pelaksanaan konstruksi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perencanaan struktur, beton bertulang, bored Pile, daya dukung tanah, SNI. |
| Subjects: | Sipil > Geo Teknik Sipil > Geo Teknik Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 01:48 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 01:48 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37053 |
