Swastoko, Irene Dyah and Pramono, Briyan Agung (2025) PERANCANGAN GEDUNG PERKANTORAN 7 LANTAI DI IBU KOTA NUSANTARA. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
220218932 220219159_Bab 0.pdf
File Pdf (558kB)
220218932 220219159_Bab 1.pdf
File Pdf (253kB)
220218932 220219159_Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
220218932 220219159_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
220218932 220219159_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (676kB)
220218932 220219159_Bab 5.pdf
File Pdf (927kB)
Abstract
Perkembangan infrastruktur di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan
seiring dengan pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan di berbagai sektor. Salah satu
bentuk nyata dari pembangunan tersebut adalah penyediaan sarana dan prasarana publik yang
memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi, pemerintahan, serta kebutuhan sosial masyarakat.
Dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan, dibutuhkan sumber daya
manusia yang kompeten di bidang teknik sipil, khususnya yang memiliki kemampuan dalam
merancang struktur bangunan yang aman, efisien, dan tahan terhadap pengaruh beban gempa.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta melalui program Tugas Akhir Perancangan Infrastruktur (TAPI)
memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis dan keterampilan
praktis yang telah diperoleh selama masa perkuliahan dalam bentuk perancangan struktur bangunan
gedung bertingkat yang realistis dan sesuai dengan peraturan perencanaan yang berlaku di
Indonesia.
Tugas Akhir Perancangan Infrastruktur ini dilaksanakan dengan merencanakan Gedung
Perkantoran 7 Lantai yang berlokasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Gedung ini dirancang untuk menyediakan fasilitas perkantoran yang modern, representatif, aman,
serta mampu mendukung kegiatan kerja yang produktif dan efisien. Dalam perancangan ini
digunakan sistem struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dari beton bertulang,
yang dirancang agar dapat menahan beban gravitasi dan beban lateral akibat pengaruh gempa bumi
secara optimal. Proses perancangan mengacu pada beberapa standar utama yaitu SNI 1726:2019
tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-
Gedung, SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, SNI
1727:2020 tentang Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan dan Struktur Lain, serta SNI
8460:2017 mengenai Persyaratan Perancangan Geoteknik.
Tahapan perencanaan dimulai dengan pengumpulan data proyek yang meliputi fungsi
bangunan, kondisi geoteknik tanah, serta kebutuhan ruang bangunan. Analisis struktur dilakukan
dengan bantuan perangkat lunak ETABS untuk menentukan gaya-gaya dalam, momen lentur,
dimensi elemen struktur, serta kontrol simpangan antar lantai. Struktur atas yang dirancang meliputi
pelat lantai, balok, kolom, dan atap baja ringan, sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi tiang
bor (bored pile) sedalam 14 meter yang disesuaikan dengan daya dukung tanah setempat. Analisis
dilakukan dengan memperhatikan kombinasi beban ultimit, faktor reduksi kekuatan material, serta
pengaruh beban gempa berdasarkan parameter seismik wilayah Kalimantan Timur yang termasuk
kategori risiko sedang hingga tinggi.
Selain aspek kekuatan dan stabilitas, perencanaan juga memperhatikan efisiensi penggunaan
material, kemudahan pelaksanaan konstruksi, aspek arsitektural, serta kenyamanan dan keselamatan
pengguna bangunan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa seluruh elemen struktur telah
memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan, dan stabilitas sesuai dengan ketentuan Standar Nasional
Indonesia (SNI). Nilai simpangan antar lantai yang diperoleh dari hasil analisis masih berada di
bawah batas izin yang dipersyaratkan, sehingga struktur gedung dinyatakan aman terhadap beban
gempa. Sistem SRPMK terbukti mampu memberikan perilaku struktur yang daktail, kuat, serta efisien dalam menyerap energi seismik dan menahan deformasi lateral yang terjadi akibat gempa besar.
Dengan demikian, hasil perancangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan desain bangunan bertingkat di Indonesia, khususnya pada wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi. Selain menjadi wadah penerapan ilmu teori dalam praktik profesional, laporan ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, maupun praktisi perencana struktur dalam merancang gedung perkantoran yang aman, efisien, estetis, fungsional, dan berkelanjutan sesuai tuntutan pembangunan modern di kawasan Ibu Kota Nusantara.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perancangan, Gedung Perkantoran, SRPMK, Beton Bertulang, Ibu Kota Nusantara |
| Subjects: | Sipil > Manajemen Konstruksi Sipil > Manajemen Konstruksi Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 04:28 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 04:28 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37047 |
