Conaldo, Jalio and Tarigan, Sondi Firmanta (2025) PERANCANGAN GEDUNG PEMONDOKAN SETURAN. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
210218400 210218609_Bab 0.pdf
File Pdf (9MB)
210218715_Bab 0.pdf
File Pdf (972kB)
210218715_Bab 1.pdf
File Pdf (368kB)
210218715_Bab 2.pdf
File Pdf (2MB)
210218715_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (941kB)
210218715_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
210218715_Bab 5.pdf
File Pdf (2MB)
Abstract
Pada Tugas Akhir Perancangan Infrastruktur ini berfokus pada perancangan
sebuah bangunan empat lantai yang terletak di Seturan, Yogyakarta. Gedung
Pemondokan Seturan dirancang menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen
Menengah (SRPMM), yang sesuai untuk Kategori Desain Seismik (KDS) B. Sistem
ini dipilih karena wilayah Seturan memiliki tingkat risiko seismik yang tergolong
sedang hingga tinggi, sehingga penggunaan SRPMM dianggap sebagai solusi
struktural yang tepat. Dalam proses perancangan, berbagai standar dan regulasi
dijadikan acuan, antara lain SNI 1727:2020 terkait Beban Minimum dan Kriteria
Perancangan Bangunan, SNI 1726:2019 tentang Ketahanan Gempa, serta SNI
2847:2019 yang mengatur mengenai Struktur Beton. Selain itu, standar lainnya yang
digunakan mencakup SNI 1729:2020 untuk Struktur Baja, SNI 8900:2020 sebagai
Panduan Desain Beton Bertulang, serta PBI 1971 dan SNI 8460:2017 yang
berhubungan dengan aspek geoteknik.
Perancangan struktur atas dimulai dengan penentuan sistem struktur, diikuti
oleh desain awal (preliminary design), pemilihan material, serta analisis berat jenis
material. Selanjutnya, dilakukan perhitungan kombinasi pembebanan dan beban
gempa, sekaligus penentuan kategori risiko bangunan serta kategori desain seismik.
Dalam tahap ini, parameter gempa dihitung untuk menentukan periode fundamental
bangunan, jumlah serta bentuk ragam, dan gaya geser dasar seismik. Setelah
penskalaan gaya dilakukan, proses berikutnya mencakup perancangan atap, balok,
kolom, pelat, serta tangga. Analisis struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak
ETABS, yang juga digunakan untuk mengevaluasi ketidakberaturan struktur, analisis
drift, serta pengaruh efek P-delta.
Dalam desain elemen struktural, berbagai ukuran balok diterapkan, yaitu B1
berukuran 300 mm x 600 mm, B2 dengan dimensi 350 mm x 500 mm, BA1 sebesar
200 mm x 400 mm. Kolom yang digunakan dalam bangunan ini terdiri dari dua jenis, yaitu K1 600 mm x 600 mm , K2 500 x 500 mm. Untuk elemen pelat, terdapat dua tipe,
yakni P1, P2, yang dirancang sebagai pelat dua arah yaitu 12,5 cm. Di sisi lain,
perancangan struktur bawah diawali dengan investigasi tanah guna menentukan daya
dukung tanah yang sesuai untuk berbagai jenis fondasi yang digunakan, seperti fondasi
dalam, fondasi rakit, dan fondasi gabungan. Selain itu, perhitungan penurunan fondasi
dan perencanaan tulangan fondasi juga menjadi bagian dari tahap ini.
Pada proyek ini menggunakan pondasi tiang pancang yang menggunakan dua
tiang dengan diameter masing- masing 0,7 m dan didukung oleh pilecap berukuran 3,6 m × 2,2 m
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perancangan, Struktur, dan Gedung |
| Subjects: | Sipil > Manajemen Konstruksi Sipil > Manajemen Konstruksi Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 01:40 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 01:40 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37038 |
