Kartika, Windy (2026) PENYUSUNAN PEDOMAN OPERSIONAL AUTENTISITAS BANGUNAN CAGAR BUDAYA BERDASARKAN PRINSIP PROTOKOL HOI AN. Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
245420079_Bab 0.pdf
File Pdf (526kB)
245420079_Bab 1.pdf
File Pdf (576kB)
245420079_Bab 2.pdf
File Pdf (356kB)
245420079_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (535kB)
245420079_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (219kB)
245420079_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (2MB)
245420079_Bab 6.pdf
File Pdf (349kB)
Abstract
Pelestarian bangunan cagar budaya di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin
kompleks, khususnya pada kawasan bersejarah yang mengalami proses revitalisasi intensif.
Upaya peningkatan fungsi dan nilai ekonomi kawasan kerap berimplikasi pada tergerusnya
nilai otentisitas bangunan, baik dari aspek fisik maupun nonfisik. Dalam konteks tersebut,
prinsip Protokol Hoi An menawarkan kerangka pelestarian yang holistik dengan
menempatkan otentisitas sebagai inti konservasi, mencakup dimensi material, sosial,
budaya, dan makna historis. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pedoman operasional
otentisitas bangunan cagar budaya berdasarkan prinsip Protokol Hoi An yang bersifat
sistematis, terukur, dan aplikatif. Kawasan Sumbu Filosofi bagian utara Yogyakarta
digunakan sebagai konteks empiris untuk memperkuat relevansi dan keterterapan
pedoman, mengingat kawasan ini memiliki nilai historis dan simbolik tinggi sekaligus
menghadapi tekanan perubahan akibat revitalisasi.
Penelitian ini berfokus pada perumusan indikator dan parameter otentisitas yang mencakup
aspek fisik (tangible) dan nonfisik (intangible), yang selanjutnya disusun ke dalam
pedoman operasional lengkap dengan struktur penilaian, skala evaluasi, serta panduan
interpretasi hasil. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui
studi literatur, analisis dokumen, observasi lapangan, serta pengumpulan data kuesioner
dan wawancara dengan akademisi dan praktisi konservasi sebagai bentuk validasi ahli.
Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengkaji kesesuaian prinsip Protokol Hoi
An terhadap konteks pelestarian bangunan cagar budaya di Yogyakarta. Hasil penelitian
diharapkan menghasilkan pedoman operasional otentisitas yang dapat digunakan sebagai
acuan evaluatif dalam proses konservasi, penetapan prioritas intervensi, dan pengambilan
keputusan pelestarian, khususnya pada bangunan cagar budaya yang berada di bawah
pengelolaan non-pemerintah, serta berpotensi direplikasi pada kawasan bersejarah lainnya
di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | otentisitas, bangunan cagar budaya, pedoman operasional, Protokol Hoi An, pelestarian |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 04:49 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 04:49 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37001 |
