Suyento, . (2026) EVALUASI WINDCATCHER UNTUK VENTILASI ALAMI DI GEDUNG BALAIKOTA 10 LANTAI TANPA VOID. Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
245420029_Bab 0.pdf
File Pdf (3MB)
245420029_Bab 1.pdf
File Pdf (619kB)
245420029_Bab 2.pdf
File Pdf (1MB)
245420029_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (3MB)
245420029_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
245420029_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (4MB)
245420029_Bab 6.pdf
File Pdf (467kB)
Abstract
Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem ventilasi alami berbasis Windcatcher
pada gedung perkantoran bertingkat tanpa void, dengan studi kasus Gedung Balai
Kota Magelang setinggi 10 lantai. Ketiadaan ruang sirkulasi vertikal alami pada
bangunan tersebut menimbulkan tantangan distribusi udara sehingga hanya
mengandalkan ventilasi mekanis yang berdampak masif pada penggunaan energi.
Studi ini bertujuan mengevaluasi menganalisis mekanisme integrasi Tower
Windcatcher (TWC) dan solar chimney (SC) sebagai strategi pasif terhadap
peningkatan distribusi serta laju pertukaran udara alami. Metode yang digunakan
adalah simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan pendekatan non-
isotermal berbasis model RANS pada Autodesk CFD untuk merepresentasikan
interaksi antara ventilasi berbasis tekanan angin dan gaya apung termal. Adapun
penerapan TWC-SC ditetapkan satu skema yakni dengan rasio 2:4 sebagai dasar
parameter desain. Analisis kinerja ventilasi dilakukan berdasarkan tiga indikator
utama, yaitu kecepatan angin, pola aliran udara, dan Air Change per Hour (ACH)
dengan fokus pada perbedaan karakteristik aliran di zona bawah (lantai 1), tengah
(lantai 5), dan atas bangunan (lantai 10). Penerapan kombinasi TWC-SC juga
dibandingkan dengan modul solusi individu (single TWC) guna mengukur
efektivitasnya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa single TWC belum mampu
memenuhi kriteria kenyamanan termal secara menyeluruh. Sebaliknya, kombinasi
TWC-SC menunjukkan peningkatan signifikan pada ketiga indikator performa
ventilasi. Secara spesifik, lantai 1 memiliki suhu relatif lebih rendah namun
kecepatan udara terbatas; lantai 5 menunjukkan peningkatan kecepatan udara pada
beberapa zona tetapi masih disertai suhu relatif tinggi; sedangkan lantai 10
memberikan kondisi paling optimal dari sisi kombinasi kecepatan udara dan
temperatur, meskipun capaian kenyamanan belum merata secara spasial. Temuan
ini menegaskan potensi sistem TWC-SC sebagai strategi ventilasi pasif pada
bangunan bertingkat tanpa void di iklim tropis lembap, sekaligus membuka peluang
pengembangan metodologi evaluasi berbasis integrasi simulasi CFD non-isotermal
dan pendekatan kenyamanan termal untuk tipologi bangunan bertingkat lainnya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ventilasi alami; Windcatcher; Solar Chimney; CFD; efisiensi energi. |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 04:38 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 04:38 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/37000 |
