Sekarwuli, Ratu Dewi (2026) PROSES PENGUNGKAPAN DIRI (SELF DISCLOSURE) PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Fenomenologi Interpretatif pada Pengguna TikTok dan Instagram). Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
215507812_Bab 0.pdf
File Pdf (243kB)
215507812_Bab 1.pdf
File Pdf (325kB)
215507812_Bab 2.pdf
File Pdf (258kB)
215507812_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (328kB)
215507812_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (604kB)
215507812_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (427kB)
215507812_Bab 6.pdf
File Pdf (546kB)
Abstract
Tingginya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan belum disertai dengan adanya ruang aman dan pemahaman yang cukup bagi penyintas untuk berekspresi.
Hal ini menyebabkan proses pengungkapan diri penyintas, terutama melalui media sosial masih dipenuhi dilema, risiko, serta dinamika emosional yang kompleks dan belum banyak dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengungkapan diri (self disclosure) penyintas pelecehan seksual melalui media sosial TikTok dan Instagram, meliputi motivasi, bentuk pengungkapan, dan tahapan yang dilalui penyintas dalam membagikan pengalaman
pribadi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma
interpretatif dengan pendekatan fenomenologi, serta dianalisis menggunakan
Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan tiga penyintas pelecehan seksual yang melakukan
pengungkapan diri di media sosial. Analisis penelitian ini didasarkan pada konsep
Self Disclosure dan Social Penetration Theory. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa media sosial berfungsi sebagai ruang alternatif bagi penyintas untuk
bersuara, mengelola trauma, memperoleh dukungan sosial, serta membangun
makna pemulihan melalui pengungkapan diri yang selektif dan terkontrol.
Pengungkapan diri bukanlah sekadar luapan emosi sesaat maupun kalkulasi rasional semata, melainkan sebagai proses dinamis dan berlapis yang melibatkan
negosiasi antara kebutuhan emosional, kontrol diri, dan konsekuensi sosial di ruang digital. Dengan demikian, pengungkapan diri penyintas di media sosial dapat dipahami sebagai upaya pemulihan, advokasi, dan menciptakan makna diri yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pengungkapan diri (self disclosure); penyintas pelecehan seksual; media sosial; instagram; tiktok |
| Subjects: | Magister Ilmu Komunikasi > Manajemen Komunikasi Publik |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Ilmu Komunikasi |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 02:38 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 02:38 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36855 |
