Martowiyoto, Juniffer Cristin Chantika (2025) MANAJEMEN KONFLIK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA AGAMA ISLAM DAN KATOLIK. S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
190906845.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (1MB)
Abstract
Pernikahan beda agama merupakan fenomena sosial yang semakin nyata dalam
masyarakat multikultural Indonesia, khususnya antara pasangan beragama Islam
dan Katolik. Perbedaan keyakinan sering kali menghadirkan tantangan yang
berpotensi menimbulkan konflik. Oleh karena itu, penting untuk memahami
bagaimana pasangan beda agama mengelola konflik agar mampu menjaga
keutuhan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis
konflik dan eksplorasi manajemen konflik pada pasangan beda agama Islam dan
Katolik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan
pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
tiga pasangan suami istri beda agama Islam dan Katolik yang menikah di Indonesia.
Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal menjadi pondasi
utama dalam mengelola konflik. Ketiga pasangan menekankan keterbukaan,
empati, dukungan, kesetaraan, dan sikap positif dalam menjaga keharmonisan.
Konflik yang muncul lebih sering terkait isu kekuasaan, finansial, pembagian
waktu, serta pola asuh anak. Perbedaan agama tidak selalu menjadi sumber utama
meskipun tetap memengaruhi dinamika hubungan. Proses manajemen konflik
dilakukan melalui empat tahapan yaitu mengidentifikasi konflik, menyiapkan
kondisi emosional yang stabil, melakukan diskusi terbuka untuk mencapai tujuan
bersama, dan terakhir mengimplementasikan penyelesaian konflik yang telah
disepakati. Manajemen konflik pada pasangan suami istri beda agama Islam dan
Katolik sangat bergantung pada komunikasi interpersonal yang ditandai
keterbukaan, empati, dukungan, kesetaraan, dan sikap positif. Hal ini membuat
proses penyelesaian konflik lebih sehat, konstruktif, dan dapat memperkuat
hubungan. Perbedaan nilai agama juga berperan, di mana larangan perceraian
dalam Katolik mendorong penyelesaian konflik, sedangkan Islam memberi pilihan
lebih fleksibel, sehingga pola manajemen konflik keduanya berbeda dari pasangan umumnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen konflik, pasangan suami istri, beda agama |
| Subjects: | Komunikasi > Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 09 Mar 2026 02:46 |
| Last Modified: | 09 Mar 2026 02:46 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36826 |
