Dharma, Tri Adhi (2025) STRATEGI PENGELOLAAN SOUNDSCAPE DI KAWASAN WISATA YOGYAKARTA DALAM MENGHADAPI PENINGKATAN JUMLAH WISATAWAN STUDI KASUS: MALIOBORO. Masters thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.
235419753_Bab 0.pdf
File Pdf (1MB)
235419753_Bab 1.pdf
File Pdf (467kB)
235419753_Bab 2.pdf
File Pdf (482kB)
235419753_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
235419753_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (1MB)
235419753_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
File Pdf (414kB)
235419753_Bab 6.pdf
File Pdf (912kB)
Abstract
Kawasan Malioboro sebagai ikon wisata budaya Yogyakarta mengalami
lonjakan jumlah wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini
memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi dan sosial, namun juga
menimbulkan tantangan dalam pengelolaan kualitas lingkungan akustik atau
soundscape. Dominasi bunyi kendaraan bermotor, interaksi sosial, dan aktivitas
ekonomi yang intensif telah memengaruhi kenyamanan akustik serta mengaburkan
identitas bunyi khas kawasan, seperti musik tradisional atau bunyi alami lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh peningkatan jumlah
wisatawan terhadap kondisi soundscape di koridor Malioboro, mengidentifikasi
sumber kebisingan utama, serta merumuskan strategi pengelolaan berbasis budaya
lokal. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan studi
kasus. Teknik pengumpulan data meliputi pengukuran kebisingan menggunakan
sound level meter, observasi lapangan melalui metode soundwalk dengan
dokumentasi video, serta wawancara terhadap masyarakat lokal dan wisatawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di kawasan
Malioboro memiliki rata-rata Leq sebesar 70.21 dB, dengan titik tertinggi terjadi di
area pedagang kaki lima dan kawasan Pasar Beringharjo. Analisis statistik dengan
Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p=0.005) antara rata-
rata tingkat kebisingan di hari kerja dan akhir pekan. Sumber bunyi dominan berasal
dari aktivitas kendaraan, interaksi pedagang, serta aktivitas wisatawan, sementara
elemen bunyi budaya lokal cenderung terpinggirkan. Untuk menjawab
permasalahan ini, strategi yang diusulkan adalah pendekatan sound making, yaitu
menambahkan dan menata elemen bunyi khas Yogyakarta, seperti gamelan dan
tembang tradisional, guna membentuk lanskap akustik yang representatif, nyaman, dan memperkuat identitas budaya kawasan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Soundscape, kebisingan, Malioboro, wisata budaya, strategi pengelolaan. |
| Subjects: | Magister Teknik Arsitektur > Digital Arsitektur |
| Divisions: | Pasca Sarjana > Magister Teknik Arsitektur |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 02:46 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 02:46 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36369 |
