Lenan, Sophie Aksa (2025) AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DEKLOROFILASI DAUN HARENDONG BULU (Miconia crenata) DENGAN METODE PEREDAMAN DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). S1 thesis, UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Text (Sophie Aksa Lenan)
200802155_Bab 0.pdf

File Pdf (1MB)
Text
200802155_Bab 1.pdf

File Pdf (368kB)
Text
200802155_Bab 2.pdf

File Pdf (547kB)
Text
200802155_Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (511kB)
Text
200802155_Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (874kB)
Text
200802155_Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

File Pdf (405kB)
Text
200802155_Bab 6.pdf

File Pdf (1MB)

Abstract

Ekstrak tanaman terutama dari daun yang mengandung klorofil jika
diaplikasikan pada sediaan akan meninggalkan bekas warna pada kulit karena
warna klorofil pada ekstrak mendominasi dan sulit untuk dihilangkan dengan air,
sehingga diperlukan metode deklorofilasi pada ekstrak. Penelitian ini menggunakan
daun harendong bulu karena mengandung senyawa aktif, seperti tanin, fenol,
flavonoid, dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian
menggunakan metode deklorofilasi cair-cair dengan pelarut n-heksan untuk
menghilangkan kandungan klorofil pada ekstrak daun harendong bulu. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terhadap kandungan klorofil, senyawa
flavonoid, fenolik, tanin, dan daya antioksidan ekstrak etanol daun harendong bulu
setelah proses deklorofilasi cair-cair dengan metode n-heksan. Penelitian ini
menggunakan metode maserasi yang kemudian dihitung rendemen ekstrak,
deklorofilasi, analisis kuantitatif kadar klorofil, flavonoid, tanin, dan fenolik, serta
uji daya antioksidan dengan metode DPPH. Ekstrak hasil deklorofilasi memiliki
kandungan klorofil yang lebih rendah dibandingkan ekstrak etanol sebelum
deklorofilasi, secara berurutan 110,5 dan 47,1 μg klorofil/g ekstrak. Ekstrak hasil
deklorofilasi mengandung senyawa flavonoid, dan tanin yang tidak berbeda
signifikan, serta fenolik yang berbeda signifikan dengan ekstrak etanol sebelum
deklorofilasi, secara berurutan yaitu 10,34 ± 0,67 mg dan 10,24 ± 1,30 mg QE/g,
76,06 ± 22,88 dan 96,30 ± 11,31 mg TAE/g, 26,45 ± 0,29 dan 20,08 ± 2,40 mg
GAE/g. Ekstrak hasil deklorofilasi mengalami peningkatan nilai IC50 dibandingkan
ekstrak etanol tetapi masih kategori aktivitas antioksidan sangat kuat, secara
berurutan yaitu 9,09 dan 6,67 mg/L. Proses deklorofilasi cair-cair menggunakan n-
heksan menyebabkan penurunan kandungan klorofil, namun senyawa fitokimia
seperti flavonoid dan tanin tidak berbeda signifikan dengan ekstrak etanol sebelum
deklorofilasi.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: ekstrak daun harendong bulu, deklorofilasi, klorofil, metabolit sekunder, aktivitas antioksidan
Subjects: Teknobiologi > Tekno Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknobiologi > Biologi
Date Deposited: 09 Dec 2025 03:08
Last Modified: 09 Dec 2025 03:08
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36262

Actions (login required)

View Item
View Item