Tim Peneliti UAJY PENGALAMAN PERJUMPAAN DENGAN ALLAH DALAM HIDUP GEREJAWI UMAT KEVIKEPAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (2003). [Research] (Unpublished)

Text (Tim Peneliti Universitas Atma Jaya Yogyakarta)
Tim Peneliti UAJY_2003_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (30MB)

Abstract

Mempertanyakan ada tidaknya pengalaman akan Allah dalam diri umat beragama masa kini amat berguna untuk mengkritisi kehidupan umat beragama Benarkah aktivitas keagamaan khususnya liturgi dan pewartaan didasari oleh pengetahuan memadai. Benarkah aktivitas itu diwarnai oleh kehadiran Allah? Benarkah aktivitas itu berpengaruh bagi kehidupan seseorang secara keseluruhan? Jika tidak, berarti hidup beragama hanya memenuhi tuntutan formal bahwa seseorang yang hidup di negara yang mengakui agama haruslah beragama.
Penelitian ini menemukan tingkat pengetahuan liturgi dan pewartaan umat Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak tinggi. Lebih dari separuh umat (58,9%) memiliki pengetahuan yang rendah, sedangkan kurang dari separuh (41,1%) memiliki pengetahuan yang tinggi. Pengetahuan ini dipengaruhi oleh kedekatan seseorang dengan gereja, misalnya pengalaman seseorang menjadi pengurus gereja. pengalaman menjadi panitia dalam kegiatan gerejawi, dan frekuensi seseorang mengikuti Perayaan Ekaristi.
Penelitian juga menemukan tingkat perjumpaan dengan Allah dalam liturgi dan pewartaan umat Kevikepan DIY tidak tinggi. Hanya 49,4% umat yang memiliki pengalaman perjumpaan dengan Allah tinggi, sedangkan 50,6% memilik perjumpaan dengan Allah rendah. Temuan menarik adalah kedekatan dengan gereja, yang ditandai dengan pengalaman menjadi menjadi pengurus gereja, menjadi panitia dalam kegiatan gerejawi, dan frekuensi mengikuti Perayaan Ekaristi mempengaruhi pengalaman perjumpaan dengan Allah tersebut.
Penelitian ini menemukan pengetahuan tentang liturgi dan pewartaan seseorang mempengaruhi pengalaman perjumpaan dengan Allah, berarti seseorang harus menambah pengetahuan liturgi dan pewartaannya, agar semakin mengalami perjumpaan dengan Allah. Apabila pengetahuan liturgi dan pewartaan dipengaruhi oleh kedekatan dengan gereja, berarti seseorang harus semakin dekat dengan gereja agar semakin mengalami perjumpaan dengan Allah, sehingga gereja masih mempunyai peranan bagi perjumpaan seseorang dengan Allah.
Temuan di atas selaras dengan temuan lain yang terkait dengan sikap hidup sehari-hari umat Kevikepan DIY. Sikap hidup sehari-hari juga tidak tinggi. Hanya 47,5% umat yang memiliki sikap hidup sehari-hari tinggi, sedangkan 52,5% umat memiliki sikap hidup sehari-hari rendah. Namun sikap hidup pada bagian tertentu cukup tinggi, misalnya sikap terbuka pada umat beragama lain dan sikap kepasrahan kepada Allah. Temuan menarik adalah sikap hidup sehari-hari dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman perjumpaan dengan Allah, berarti semakin seseorang mengalami perjumpaan dengan Allah ia semakin bersikap hidup sehari-hari yang baik. Jadi, pengetahuan dan pengalaman perjumpuan dengan Allah masih relevan bagi sikap hidup sehari-hari atau kehidupan beragama, khususnya liturgi dan pewartaan masih mempunyai pengaruh positif bagi sikap hidup sehari-hari seseorang, meskipun pengaruh dalam penelitian ini tidaklah besar.
Penelitian ini merekomendasikan perlunya langkah pastoral demi peningkatan pengetahuan liturgi dan pewartaan umat, yang diharapkan memberi sumbangan bagi peningkatan pengalaman perjumpaan umat dengan Allah. Akhirnya, kehidupan beragama turut memberi sumbangan bagi sikap hidup sehari-hari umat. Jadi, agama dapat mempertahankan relevansinya bagi kehidupan saat ini.

Item Type: Research
Subjects: Komunikasi > Public Relations
Divisions: Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi
Date Deposited: 24 Nov 2025 07:23
Last Modified: 24 Nov 2025 07:23
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/36033

Actions (login required)

View Item
View Item