Purnamasari, Poei Eliza PENGARUH VARIASI SUHU DAN PERSENTASE ROADCEL-50 TERHADAP KARAKTERISTIK SMA 0/11 (2006). [Research] (Unpublished)

Text (Poei Eliza Purnamasari)
Poei Eliza Purnamasari_2006_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (11MB)

Abstract

Split Mastic Asphalt atau biasa disingkat dengan SMA merupakan lapis permukaan untuk jalan lalu lintas berat, meskipun telah dikenalkan di Indonesia lebih dulu (1989) dibandingkan di Amerika Serikat (1990) dan Australia (1993), namun perkembangan SMA di Indonesia tidak begitu menggembirakan. Padahal di kedua negara tersebut segi positif teknologi SMA dieksplorasi terus menerus sehingga lebih unggul dibanding dengan sistem perkerasan lain. Keunggulan SMA antara lain: 1) Kekesatan dan kerataan yang lebih baik sehingga lebih aman bagi pengendara, 2) Membutuhkan biaya pemeliharaan tahunan 33% lebih murah, 3) lebih tahan terhadap rutting dan fatigue, 4) lebih durable, 5) Memberikan efek peredaman suara sehingga dapat mengurangi kebisingan. Seberapa jauh perbedaan karakteristik SMA yang meliputi Stabilitas, kelelehan (Flow), persentase rongga dalam campuran (VITM); Density; banyaknya rongga yang terisi oleh aspal (VFWA) serta Marshall Quotient (QM), dipengaruhi oleh variasi dalam temperatur pencampuran, kandungan aspal dan persentase penambahan roadcel-50 yang bervariasi dalam pembuatan SMA.
Spesifikasi yang diacu dalam penelitian ini adalah Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan, PU th 2005. Adapun jumlah benda uji ada 90 buah, variasi benda uji SMA 0/11 dalam penelitian ini sebagai berikut: 3 variasi roadcell: 0,3%; 0,35% dan 0,4% dari berat campuran, 3 variasi kandungan aspal : 5,5%; 6,5% dan 7,5% dari berat agregat dan 5 variasi suhu pencampuran: 165° C; 170°C; 175°C; 180° C; 185° C dengan suhu pemadatan masing-masing 135° C, 140° C, 145° C, 150° C dan 155° C. Benda uji yang telah disiapkan diuji dengan metoda Marshall untuk mendapatkan karakteristik SMA. Penelitian dilakukan di laboratorium Jalan Raya Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Dari analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (a) Nilai density tertinggi pada penambahan roadcel-50 sebanyak 0,3% sebesar 2,2756 pada suhu pencampuran 180° C dan suhu pemadatan 150° C (180/150) dengan kadar aspal 7,5%. Untuk penambahan 0,35% Nilai density tertinggi sebesar 2,245 pada suhu 170° C/140° C dengan kadar aspal 7,5%. Sedangkan Nilai density tertinggi pada 0,4% sebesar 2,280 pada suhu (185° C/155° C) dengan kadar aspal 6,5%. (b) Sebagian besar nilai VITM yang didapat dari pengujian ini tidak memenuhi syarat (73,3% pengujian), karena spesifikasi teknis nilai VITM antara 3,5-5,5
(c) Pada semua variasi suhu dengan kadar aspal 7,5% dan penambahan 0.3% roadcel-50 mempunyai nilai VFWA yang memenuhi syarat (≥ 65%). Demikian juga pada penambahan 0.35% dengan semua variasi suhu kecuali 180 dan 185° C untuk kadar aspal 7,5% memenuhi syarat. Pada penambahan 0.4% dengan semua variasi suhu pada kadar aspal 7,5% juga memenuhi syarat yang ada pada SMA
(d) Nilai stabilitas pada penambahan 0.3% roadcel-50 sebagian besar/ 73,3% pengujiannya memenuhi syarat 800 kg), pada penambahan 0.35% semuanya memenuhi syarat, tetapi pada penambahan 0.4% hanya 40 % dari pengujian memenuhi syarat (e) Semua nilai flow memenuhi syarat (3mm), kecuali pada suhu pencampuran 170° C dengan 0,35% roadcel-50 pada kadar aspal 6,5%. (f) Sebanyak 80% dari nilai MQ tidak memenuhi syarat (≥ 250 kg/mm) pada penambahan 0.3% roadcel-50 Untuk penambahan 0.35% nilai MQnya semua memenuhi syarat, sebaliknya untuk penambahan 0.4% semua nilai MQ tidak memenuhi syarat atau terlalu kecil.

Item Type: Research
Subjects: Sipil > Geo Teknik
Sipil > Geo Teknik
Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 24 Nov 2025 04:35
Last Modified: 24 Nov 2025 04:35
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35960

Actions (login required)

View Item
View Item