Lembaga Penelitian UAJY, . TINGKAT RELIGIUSITAS DAN KEUKUNAN HIDUP BRAGAMA (Studi Kasus di Dua Kecamatan di DIY) (1993). [Research] (Unpublished)
Lembaga penelitian UAJY_1993_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (20MB)
Abstract
Masyarakat kita tidak dapat lepas dari kehidupan pluralisme, mengingat adanya perkembangan berbagai agama dan beragamnya suku dan ras yang terdapat di Indonesia. Dengan demikian tidak tertu-tup kemungkinan munculnya berbagai tantangan dan hambatan dalam pola kehidupan bermasyarakat, terutama yang mengarah pada keru-kunan hidup beragama. Menyadari akan pentingnya masalah tersebut, dalam penelitian ini berhasil dilihat simbol/corak kerukunan hi-dup beragama di dua lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai sampel penelitian.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat di Dusun Nogosari dan Kelurahan Panembahan, ternyata dialog informil antar agama telah terjadi di kedua daerah ini, yang antara lain terlihat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan baik yang bersifat keagamaan maupun non keagamaan. Disamping itu rasa saling menghormati dan saling menghargai antar pemeluk agama juga terdapat di kedua daerah ini, terbukti dengan banyaknya kegiatan yang berlangsung tanpa adanya gangguan, bahkan dalam perayaan salah satu agama seringkali umat yang berbeda aga-ma pun ikut serta berperan.
Disamping wawancara dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam penelitian ini juga berhasil dihimpun 100 responden secara "purposive random sampling". Dari sebanyak 100 responden terse-but, kebanyakan beragama Islam dan rata-rata anggota keluarga responden mempunyai agama yang sama/seiman. Namun demikian ada beberapa responden yang menyatakan bahwa dalam keluarga mereka terdapat dua bahkan tiga agama yang berbeda dalam satu keluarga.
Ditinjau dari keaktivan responden dalam kegiatan kemasyara-katan baik yang bersifat keagamaan maupun non keagamaan, rata-rata responden cukup aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Se-dangkan responden yang tidak pernah ikut berperan dalam kegiatan tersebut kebanyakan memberikan alasan karena kesibukan mereka da-lam bekerja dan sebagian yang lain menyatakan karena kondisi fi-sik mereka yang tidak memungkinkan untuk ikut aktif dalam ke-giatan tersebut.
Meskipun corak/simbol kerukunan hidup beragama telah ter-identifikasi dan menunjukkan wujud kerukunan yang cukup baik, na-mun secara umum tidak ada korelasi yang signifikan antara tingkat religious practice dengan kerukunan hidup beragama. Hal ini ter-bukti dari perhitungan korelasi rank Spearman yang menunjukkan tidak adanya korelasi yang signifikan antara tingkat religious practice dengan sikap seseorang terhadap agama lain, sikap sosial terutama sikap responden terhadap peristiwa orang meninggal dan religious effect. Tidak jauh berbeda dengan hasil perhitungan ko-relasi rank Spearman untuk masing-masing daerah/lokasi peneli-tian. Di kedua daerah tersebut korelasi antara tingkat religious practice dengan sikap responden terhadap agama lain, sikap sosial kemasyarakatan dan religious effect juga tidak menunjukkan kore-lasi yang signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi ter-sebut dapat disimpulkan bahwa ketaatan seseorang menjalankan kewajiban ritual agama tidak menjamin seseorang akan mempunyai sikap yang lebih baik, terutama sikapnya terhadap agama lain dan sikap sosial kemasyarakatan mereka. Oleh karena itu untuk mengem-bangkan kerukunan hidup beragama di masyarakat, dalam pendidikan agama di sekolah-sekolah maupun dalam ceramah-ceramah keagamaan tidak hanya difokuskan pada pelaksanaan kewajiban ritual agama tetapi lebih diarahkan pada pengembangan pribadi untuk menambah kepedulian sosial yang mengarah pada kerukunan hidup beragama.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Manajemen > SDM dan Organisasi |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Sosiologi |
| Date Deposited: | 24 Nov 2025 04:23 |
| Last Modified: | 24 Nov 2025 04:23 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35937 |
