Binarti, Floriberta and Istiadji, Ag. Djoko STUDI KOMPARASI PROGRAM SIMULASI SEBAGAI PIRANTI REDESAIN PENCAHAYAAN GEREJA (2009). [Research] (Unpublished)

Text (Floriberta Binarti dan A. Djoko Istiadji)
Floriberta Binarti_2009_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (31MB)

Abstract

Banyaknya gedung gereja di Yogyakarta yang dirancang tanpa kajian aspek pencahayaan alami secara teliti menjadikan program simulasi sebagai piranti penting untuk meredesain bangunan tersebut. Saat ini, program simulasi mulai diandalkan sebagai piranti untuk menganalisis performa pencahayaan alami dan mern-visualisasikannya sebagai imej tiga dimensi. Sebagai piranti redesain, program simulasi diharapkan dapat membantu untuk memberikan solusi paling mudah dan efisien dengan performa yang optimal. Oleh karena itu, sebuah program simulasi tidak hanya dinilai dari tingkat akurasi, kekayaan pustaka material dan kemampuan visualisasi 3 dimensi, tetapi juga dari kelengkapan tolok ukur pencahayaan alami dan kemudahan di dalam mengedit model yang telah disimulasikan. Studi komparasi menunjukkan program Ecotect-Radiance merupakan program simulasi pencahayaan alami yang akurat dengan tolok ukur pencahayaan alami yang lengkap dan memberikan kemudahan dalam mengedit model. Lightscape merupakan program simulasi pencahayaan alami yang cukup akurat, kaya pustaka material, dengan kemampuan visualisasi 3 dimensi yang menarik secara mudah dan relatif cepat. Dari kedua program tersebut, Ecotect-Radiance layak untuk disebut sebagai designer-friendly software.
Hasil simulasi kedua software dengan empat gedung gereja sebagai model memperlihatkan permasalahan pencahayaan alami yang hampir sama. Rancangan altar yang selalu lebih gelap daripada area umat perlu ditingkatkan terangnya dengan penambahan bukaan cahaya. Jendela samping yang ditempatkan pada bagian atas dinding (dekat dengan plafond) menjadi cara efektif bagi penetrasi cahaya alami hingga ke tengah area umat. Cara ini sangat membantu untuk mengatasi distribusi cahaya pada ruang gereja yang besar. Transmisi kaca yang rendah disarankan untuk digunakan sebagai penyaring cahaya yang masuk lewat jendela bawah. Daya transmisi kaca skylight perlu diperhitungkan agar tidak terjadi spot tingkat terang bagi area di bawahnya. Perbaikan dari aspek material hingga bersifat konstrukstif ini akan lebih mudah dan cepat jika dikerjakan dengan program Ecotect-Radiance.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: faktor cahaya alami, tingkat terang, redesain pencahayaan alami, simulasi pencahayaan alami
Subjects: Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur
Date Deposited: 24 Nov 2025 04:01
Last Modified: 24 Nov 2025 04:01
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35902

Actions (login required)

View Item
View Item