Lisantono, Ade STUDI PERILAKU TORSI MURNI BALOK TINGGI KOMPOSIT BETON NORMAL DAN RINGAN DENGAN BUKAAN PADA BADAN (2003). [Research] (Unpublished)
Ade Lisantono_2003_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (25MB)
Abstract
Pada pembangunan gedung-gedung bertingkat tinggi seringkali dijumpai adanya pipa-pipa untuk saluran air bersih, air kotor, listrik maupun pendingin ruangan. Saluran tersebut pada umumnya dilewatkan di bawah balok lantai, sehingga akan mengurangi ruangan antar tingkat. Untuk mengatasinya, saluran pipa-pipa tersebut dilewatkan melalui lubang atau bukaan pada badan balok lantai. Pengurangan tersebut akan mengurangi kekuatan balok, oleh karena terjadi pemusatan tegangan disekitar bukaan. Dengan demikian perilaku mekanis balok juga akan menjadi lebih kompleks.
Reduksi berat bangunan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi resiko gempa terhadap bangunan. Pengurangan tersebut terkait dengan gaya geser akibat gempa pada bangunan yang sebanding dengan berat bangunan, sehingga reduksi berat bangunan juga akan mengurangi gaya geser akibat gempa. Material beton ringan kinerja tinggi merupakan bahan yang menguntungkan untuk bangunan tahan gempa karena mempunyai karakteristik kekuatan yang tinggi namun dengan bobot yang ringan. Oleh karenanya, beton ringan kinerja tinggi dapat dijadikan sebagai bahan pengganti beton normal. Pelat lantai merupakan elemen struktur yang volumenya relatif besar apabila dibanding dengan elemen-elemen struktur lainnya, sehingga pelat lantai menjadi prioritas pertama untuk diganti bahannya dari beton normal menjadi beton ringan. Dengan demikian balok lantai dapat diasumsikan mempunyai tampang komposit dengan bagian sayap terbuat dari beton ringan dan bagian badan terbuat dari beton normal.
Penelitian ini difokuskan pada kajian eksperimental untuk mengetahui perilaku torsi murni balok tinggi komposit beton normal dan beton ringan dengan bukaan pada badan balok. Beban yang ditinjau bersifat monotonik dan akan diberikan secara stroke control. Variabel pengujian dilakukan terhadap lokasi dan dimensi bukaan. Pengukuran deformasi pada baja maupun beton akan digunakan strain gage, sedangkan untuk pengukuran defleksi akan digunakan LVDT dan inclinometer. Pengamatan akan dilakukan untuk mengetahui penjalaran pola retak serta kapasitas torsi benda uji.
Kurva torsi-sudut puntir hasil pengujian menunjukkan bahwa perilaku torsi murni balok tinggi sebelum retak bersifat linear dan kapasitas torsi sepenuhnya ditahan oleh beton. Sesudah terjadi retak pertama pada beton, torsi meningkat secara non linear sampai mencapai batas maksimumnya, kemudian menurun secara non linear dan cenderung konstan bersamaan dengan bertambahnya sudut puntir balok yang mengindikasikan adanya deformasi yang cukup besar sebelum terjadinya keruntuhan balok. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi lokasi bukaan pada badan balok tidak mempengaruhi sudut kemiringan retak beton dan kapasitas torsi balok tinggi komposit beton normal dan beton ringan, selama diameter bukaan tidak melebihi 0,4h dimana h adalah tinggi balok. Sedangkan dimensi bukaan secara signifikan mempengaruhi sudut kemiringan retak beton dan kapasitas torsi balok tinggi komposit beton normal dan beton ringan.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 04:04 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 04:04 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35826 |
