Lisantono, Ade and YW., Haryanto KAPASITAS LENTUR DAN GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN BUKAAN GANDA PADA BADAN BALOK DENGAN TINJAUAN VARIASI DIMENSI BUKAAN (2006). [Research] (Unpublished)
Ade Lisantono_2006_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (11MB)
Abstract
Pada pembangunan gedung-gedung bertingkat, jaringan utilitas seperti perpipaan dan kabel biasanya ditempatkan di ruang kosong antara langit-langit dan balok lantai. Penempatan tersebut menyebabkan penggunaan ruang antar tingkat menjadi berkurang. Dengan melewatkan jaringan utilitas tersebut melalui suatu bukaan melintang pada badan balok lantai, maka ruang kosong antara langit-langit dan balok lantai dapat dikurangi. Dimensi bukaan yang diperlukan tergantung pada kuantitas jaringan utilitas yang akan dilewatkan. Semakin banyak jaringan utilitas yang akan dilewatkan, akan semakin besar dimensi bukaan yang dibutuhkan. Untuk mengakomodasi kebutuhan bukaan yang terlampau besar, pada umumnya digunakan multi bukaan dimana jumlah bukaan lebih dari satu buah.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang mempelajari tentang pengaruh dimensi bukaan terhadap kapasitas lentur dan geser balok beton bertulang. Penelitian ini difokuskan pada balok beton bertulang dengan bukaan ganda. Dibuat empat benda uji balok yang terbuat dari beton normal. Balok pertama (BSD) merupakan balok tanpa bukaan sebagai balok reference dengan dimensi penampang (120 x 240) mm² dan panjang 3020 mm. Balok kedua (BOD1) merupakan balok dengan bukaan ganda dengan dimensi penampang (120 x 240) mm² dan ukuran bukaan (80 x 80) mm² yang ditempatkan secara simetris sejauh 630 mm dari tumpuan. Balok ketiga (BOD2) merupakan balok dengan bukaan ganda dengan dimensi penampang (120 x 240) mm² dan ukuran bukaan (240 x 80) mm² yang ditempatkan secara simetris sejauh 630 mm dari tumpuan. Sedangkan balok keempat (BOD3) juga merupakan balok dengan bukaan ganda dengan dimensi penampang (120 x 240) mm² dan ukuran bukaan (400 x 80) mm² yang ditempatkan secara simetris sejauh 630 mm dari tumpuan. Pengujian dilakukan secara monotonik dengan pembebanan satu titik ditengah bentang. Pembebanan dilakukan secara load control sampai tercapai kapasitas beban maksimumnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok BODI memberikan penurunan kapasitas beban sebesar 6,25% apabila dibanding dengan balok BSD. Sedangkan balok BOD2 memberikan peningkatan kapasitas beban sebesar 6,67% terhadap balok BODI dan balok BOD3 memberikan peningkatan kapasitas beban sebesar 6,25% terhadap balok BOD2. Fenomena yang memperlihatkan bahwa kapasitas balok BOD3 yang lebih besar dari balok BOD2 dan kapasitas balok BOD2 yang lebih besar dari balok BODI disebabkan oleh tambahan tulangan masing-masing 2 D 13 mm di atas dan bawah bukaan pada balok BOD3 lebih panjang apabila dibanding dengan tulangan yang sama pada balok BOD2, demikian juga tambahan tulangan pada balok BOD2 lebih panjang apabila dibanding dengan tulangan yang sama pada balok BODI.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Balok beton bertulang; bukaan ganda; variasi bukaan, lentur dan geser; load control; pola retak; kapasitas beban maksimum. |
| Subjects: | Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 04:03 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 04:03 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35814 |
