Danardana, A. STRATEGI MEMPERTAHAN IDENTITAS KELOMPOK : Kasus Pada Transmigran di Desa Purwodadi Kalimantan Timur (2005). [Research] (Unpublished)
A. Danardana_2005_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (18MB)
Abstract
Kalimantan, khususnya propinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah tujuan transmigrasi di Indonesia. Kalimantan Timur yang terdiri dari beberapa kabupaten, terutama kabupaten Kutai Barat menjadi salah satu wilayah di propinsi itu yang menjadi daerah tujuan transmigrasi. Di daerah itu telah bermukin transmigran pertama di Indonesia, yaitu yang dikirim pada tahun 1964 dan berasal dari daerah Propinsi Jawa Tengah. Saat ini kondisi para transmigran amatlah baik, kehidupan mereka diwarnai dengan kebersamaan yang berdampingan dengan warga asli maupun pendatang dari beberapa daerah di Indonesia. Akan tetapi kehidupan pertama yang mereka jumpai di wilayah itu adalah perjumpaan dengan penduduk asli, yaitu Dayak Tunjung, yang tidak pernah terbanyang dalam pikiran mereka. Kontak budaya, komunikasi dan hingga menjalani kebersamaan dalam keseharianpun mereka lakoni hingga bisa menjalani kehidupan sampai saat ini.
Dalam menjalani kebersamaan itu para transmigran menyadari akan adanya kehidupan bersama di masyarakat. Kesadaran itu di landasi oleh adanya saling membutuhkan, sehingga dalam konsisi apapun mereka tetap akan mempertahan kesadarannya itu. Meskipun demikian apada awal mereka datang di lokasi transmigrasi berbagai persoalan muncul. Hal ini lebih disebabkan oleh kondisi komunitas yang amat berbeda dan tidak adanya bekal yang memberikan pemahaman serta pengetahuan para transmigran tentang warga asli. Konflik diantara merekapun seringkali muncul. Dua permasalahan pokok yang bisa menjadi pemicu, yaitu tidak adanya pemahaman serta pengetahuan dan kuatnya saling mempertahankan identitas kelompoknya.
Namun demikian dalam satu proses yang cukup panjang kesadaran, pemahaman dan pengetahuan tumbuh dalam kehidupan mereka. Dalam menjalani kebersamaan itulah muncul kesadaran untuk bisa saling menghargai. Dengan demikian dalam satu proses panjang, pertemuan demi pertamuan dan kebersamaan dalam keseharian, membawa mereka dalam satu kehidupan yang tidak meninggalkan akar budayanya. Justeru kondisi itu mampu memunculkan satu pola kehidupan baru yang dapat berdampingan tanpa harus meninggalkan akar budayanya.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kebersamaan, kontak budaya |
| Subjects: | Komunikasi > Kajian Media |
| Divisions: | Fakultas ISIP > Ilmu komunikasi |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 04:08 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 04:08 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35808 |
