Danardana, A. PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DAN PEMBANGUNAN EKOWISATA (Studi tentang partisipasi masyarakat lokal dalam pembangunan ekowisata pantai yang bercirikan perdesaan) (2004). [Research] (Unpublished)
A. Danardana_2004 (2)_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (14MB)
Abstract
Kabupaten Gunung Kidul yang memiliki lebih dari 20 titik pantai seharusnya menjadi salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Jogjakarta yang bisa hidup dari pantai. Kabupaten Gungung Kidul adalah satu-satunya wilayah di DIY yang memiliki jumlah titik pantai paling banyak, akan tetapi pemanfaatan yang belum maksimal menyebabkan kurang berdayanya daerah itu terutama kurangnya dukungan pendapatan dari daerah pantai tersebut.
Salah satu pantai yang menjadi perhatian adalah pantai Ngrenehan yang terletak di kecamatan Saptosari dengan luas wilayah pantai mencapai kurang lebih 800 Km². Kondisi pantai yang diapait oleh dua bukit di kanan kiri akan menghadirkan pemandangan tersediri yang eksotik. Akan tetapi oleh karena ketidak tahuan dan ketidak mampuan pendukung maka wilayah tersebut masih belum banyak termanfaatakan, terutama dalam bidang pariwisata. Pantai yang begitu indah hanya dimanfaatakan sebagai pantai nelayan yang justeru menimbulkan kesan kumuh di sepanjang pantai pasir putih tersebut. Wisatawan yang datang tidak diberi sajian, namun dibiarkan apa adanya tanpa ada pengelolaan yang serius. Sedangkan potensi pantai Ngrenehan amatlah terbuka lebar untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata minat khusus.
Pantai Ngrenehan yang memiliki tempat eksotik dan didukung oleh masyarakat lokal dengan adat-istiadatnya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pola pengembangan yang dilakukan haruslah terpadu yang meliputi: alam, masyarakat, kebudayaan dan ekonomi. Masyarakat menjadi bahasan yang cukup menarik, sebab pengembangan pariwisata tanpa melibatkan masyarakat lokal bisa menjadi bomerang bagi pengelola. Masyarakat lokal memiliki posisi yang cukup baik, oleh karena itu partisipasi masyarakat lokal harus digali dan dilibatkan sepenuhnya tanpa kecuali. Ada dua partisipasi yang bisa dilakukan, yaitu individual participation dan group participation. Meskipun keduanya cukup menonjol di lokasi penelitian, akan tetapi dalam proses pengembangan pariwisata ini group participation akan lebih mudah dilakukan dan akan lebih banyak melibatkan partisipasi masyarakatnya.
Pada akhirnya pola dukungan yang diberikan bukan hanya dalam bentuk partisipasi aktif saja, akan tetapi harus pula mampu melibatkan pihak luar yang mau menanamkan modalnya untuk pengembangan pariwisata. Meskipun industri pariwisata tidak dapat dibandingkan dengan industri pabrik, akan tetapi apabila pariwisata menjadi tulang punggung kehidupan satu wilayah, mengapa tidak harus dikembangkan.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekowisata, partisipasi |
| Subjects: | Ilmu Ekonomi > Swadaya Manusia |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Ilmu Ekonomi |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 03:35 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 03:35 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35792 |
