Yulianti, L. Indah Murwani POTENSI PERIKANAN TANGKAP (CAPTURED FISHERIES) SEBAGAI SUMBER DAYA HAYATI DI PANTAI NGRENEHAN, KECAMATAN SAPTOSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL (2004). [Research] (Unpublished)
L. Indah Murwani Yulianti_2004_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (10MB)
Abstract
Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai daerah yang tandus dan gersang bahkan miskin akan sumber air. Kondisi ini banyak ditemui terutama di daerah yang berada di sekitar pesisir selatan atau zona Gunungseribu. Oleh karena itu ada pemikiran untuk mengembangkan wisata daerah pesisir. Salah satu wisata pantai yang ingin dikembangkan adalah Pantai Ngrenehan.
Salah satu hal mendasar dalam pengembangan ekowisata pantai adalah potensi sumber daya alam dan potensi sumberdaya manusia sebagai daya tarik yang tidak dapat diabaikan. Selain itu dalam konsep ekowisata yang berusaha melakukan konservasi terhadap sumber daya yang ada diperlukan suatu data base untuk pemilihan pengelolaan yang paling tepat. Pada penelitian ini akan dibuat suatu data base sebagai langkah awal dalam pengembangan ekowisata pantai terutama potensi sumber daya hayati laut, yaitu produk perikanan. Di Pantai Ngrenehan, ikan merupakan produk andalan bagi nelayan dan mulai dikemas oleh masyarakat sebagai makanan yang disajikan bagi wisatawan. Sebagai data dasar untuk pengelolaan ekowisata diperlukan data mengenai jenis perikanan tangkap dan lokasi penangkapannya, selain itu ingin diketahui juga metode penangkapan dan perlatan yang digunakan apakah sudah ramah lingkungan yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai salah satu atribut dalam kegiatan ekowisata.
Dari penelitian ini dapat diketahui terdapat 23 jenis ikan yang biasa ditangkap nelayan yaitu: Auxis thazard (tongkol), Thunnus tonggol (tuna), Carcharias dussumieri (cucut hiu), Scomberomorus guttatus (ikan tenggiri), Epinephelus tanvina (ikan kerapu), Anguilla sp (sidat), Pampus argenteus (bawal putih), Trichiurus lepturus (layur), Trygon kuhlii (pari), Istiophorus platypterus (ikan layaran), Formio niger (bawal hitam), Rastrelliger kanagurta (gembung), Ophiocephalus striatus (kutuk laut), Mystus nemurus (ikan keting/baung), Katsuwonus pelamis (cakalang), Cynoglossus lingualis (ikan lidah), Stolephorus commersonii (teri) dan Valamugil speigleri (belanak), Lates calcarifer (kakap putih), Caesio sp (lancur), Charybdis feriatus (rajungan) dan Loligo sp (cumi-cumi). Juga dijumpai lobster, keong laut maupun udang. Selain ikan terdapat biota laut lain yang juga berpotensi sebagai hasil perikanan tangkap yaitu sejenis keong laut. Jenis-jenis alga tidak dimanfaatkan di pantai ini. Lokasi penangkapan ikan adalah di daerah lepas pantai dan di pantai. Peralatan yang digunakan untuk melakukan penangkapan ikan adalah perahu bermesin tempel, jaring dan kadang-kadang pancing.
Berdasarkan temuan tersebut ada rekomendasi untuk pengelolaan sebagai berikut: aktivitas memancing merupakan suatu bentuk kegiatan wisatawan yang banyak diminati di Pantai Ngrenehan. Jumlah pengunjung ini tidak terpantau melalui retribusi masuk. Melihat animo yang besar dari pengunjung ini ada rekomendasi jika kawasan Pantai Ngrenehan akan dikembangkan sebagai wisata pantai, selain menonjolkan aktivitas nelayan tradisional dengan bentuk-bentuk kegiatan yang ramah lingkungan perlu juga diperhatikan adanya pengelolaan yang ditujukan pada kelompok wisatawan dengan minat khusus tersebut. Selain itu dalam dalam Ripda Kabupaten Gunungkidul, Pantai Ngrenehan akan dikembangkan untuk wisata boga terutama masakan lobster. Hal ini juga perlu dicermati karena produksi lobster di kawasan ini tidak besar dan hanya ada pada bulan-bulan tertentu. Jika lokasi ini akan dikembangkan sebagai wisata boga tersebut, perlu dipikirkan sumber bahan mentahnya.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Teknobiologi > Tekno Lingkungan |
| Divisions: | Fakultas Teknobiologi > Biologi |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 03:31 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 03:31 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35783 |
