ST, Khaerunnisa and Ola, Frengky Benediktus TIPOLOGI PENERAPAN STANDARD RUMAH SEНАТ PADA NON-ENGINEERED HOUSES DI DAERAH PERDESAAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP POTENSI PENGHEMATAN ENERGI (Studi Kasus: Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta) (2017). [Research] (Unpublished)
Khaerunnisa_2017_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (21MB)
Abstract
Rumah adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar. Dalam perancangannya, rumah seharusnya dirancang sesuai dengan standar yang ada sehingga rumah dapat menjadi tempat tinggal yang sehat. Non-engineered houses atau bangunan yang dibangun tanpa melibatkan tenaga ahli, merupakan praktik pembangunan yang sangat jamak di temui di Indonesia. Bangunan-bangunan non-engineered ini sulit dipastikan kualitasnya, baik secara struktural maupun kesehatan rumah, khususnya didaerah perdesaan, dimana masih banyak ditemukan kasus rumah yang tidak sehat.
Komponen utama sebuah rumah sehat adalah pencahayaan dan penghawaan alami. Menurut Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah tahun 2002 dan SNI 03-6575-2001 tentang Tingkat Pencahayaan Alami Maupun Buatan Dalam Ruang, sebuah ruang haruslah memiliki intensitas cahaya sebesar 120 lux pada area kerja, dan lubang untuk memasukkan cahaya alami yang ideal sebesar 15% dari luas lantai. Pencahayaan alami yang tidak memenuhi standar yang disyaratkan akan berakibat pada kesehatan mata penghuninya begitu juga kesehatan rumah. Udara merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bernafas sepanjang hidupnya. Udara akan sangat berpengaruh dalam menentukan kenyamanan pada bangunan rumah. Salah satu syarat agar terciptanya pertukaran udara yang baik dalam ruang adalah lubang penghawaan minimal 5% (lima persen) dari luas lantai ruangan. Standar yang digunakan adalah SNI 03-6572-2001 tentang Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kesehatan rumah khususnya dari sisi pencahayaan dan penghawaan alami, dan hal apa yang mempengaruhi dan menjadi pertimbangan dalam pemilihan desain pencahayaan dan penghawaan pada bangunan non-engineered. Penelitian akan dilakukan dengan random sampling di daerah perdesaan. Samigaluh dipilih sebagai daerah amatan karena kecamatan ini memiliki tingkat kesehatan rumah terrendah di daerah Kulon Progo yakni 27.81% di tahun 2014.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuisioner, serta simulasi, dan data sekunder diperoleh melalui studi literatur. Pengambilan sample dilakukan dengan cara mengidentifikasi jumlah dan luas bukaan serta membandingkannya dengan persyaratan pencahayaan alami, sehingga diketahui ruang-ruang mana saja dalam rumah yang memenuhi persyaratan pencahayaan, karakteristik pemasukan cahaya dan udara alami rumah-rumah non-engineered di daerah perdesaan.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Arsitektur > Bangunan Arsitektural Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 03:23 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 03:23 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35777 |
