Hatmoko, John Tri STUDI EKSPERIMENTAL KAPASITAS TARIK PSEUDO BORED-PILE BERSAYAP PADA TANAH PASIR (2009). [Research] (Unpublished)
John Tri Hatmoko_2009 (2)_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (13MB)
Abstract
Kapasitas tarik tiang tunggal maupun kelompok sangat tergantung pada banyak faktor antara lain: jenis tanah; kondsi muka air tanah; bahan, diameter dan panjang tiang. Sering kali para ahli geoteknik dalam menganalisis kapasitas tarik tiang membuat penyederhanaan bahwa kapasitas tarik tiang sama dengan kapasitas tiang tekan dikurangi dengan tahanan ujung tiang tersebut. Pada kenyataanya, gesekan ultimit pada saat tiang menerima gaya tarik lebih rendah daripada nilai gesekan ultimit pada saat tiang menerima gaya tekan. Pada penelitian ini dicoba melakukan pengujian model tiang tunggal berbentuk lingkaran bersayap-menyrupai tiang bor yang dipancang pada tanah pasir. Ukuran model tiang bervariasi dengan variabel-variabel utama adalah diameter dan panjang tiang. Tiang terbuat dari bahan beton. Sedangkan tanah berupa tanah pasir, yang dalam penelitian ini tanah pasir juga dibuat variasi pasir lepas, sedang dan padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari daya dukung tiang pancang tunggal berpenampang lingkaran yang dipancang pada tanah pasir terhadap gaya tarik. Kemudian membandingkan hasil eksperimen dengan analisis-analisis daya dukung tiang dengan menggunakan teori-teori yang ada.
Penentuan parameter tanah pasir dilakukan pengujian geser langsung, sedangkan kepadatan tanah pasir dapat dikorelasikan dengan sudut gesek dalam tanah tersebut. Model tiang yang digunakan ada 4(empat) jenis. Model-model tiang tersebut dipancang kedalam tanah pasir yang sudah dimasukkan kedalam kotak pengujian tiang. Hasil pengujian beban ulltimit model-model tiang cukup konsisten dengan asumsi-asumsi teoritis yang ada. Model tiang dengan luas selimut dan panjang cukup besar akan memiliki kapasitas ultimit besar, displacement rendah. Namun demikian penyimpangan-penyimpangan dengan hasil kajian teoritis tetap ada. Perbedaan antara hasil eksperimen dengan teori berkisr antara 1% terendah sampai dengan 63% tertinggi. Hal ini terjadi karena perbedaan pengambilan parameter-parameter tanah yang berbeda antara metode satu dengan lainnya. Hasil teoritis yang relatif sangat dekat dengan hasil pengujian model tiang adalah metode Paolos dan Davis dengan kisaran antara 1,11 sampai dengan 32%. Sedangkan metode UNPAR memiliki perbedaan yang sangat jauh dan fluktuatif antara 23,88 sampai 63%. Jika ditinjau dari selisih prosen, metode Paulos dan Davis adalah metode yang paling konsisten dibanding dengan dua metode yang lain.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tiang, kapasitas tarik, tanah pasir, beton, model tiang, analisis teoritik. |
| Subjects: | Sipil > Geo Teknik Sipil > Geo Teknik |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 03:55 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 03:55 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35776 |
