Hatmoko, John Tri MODEL TEGANGAN-REGANGAN TANAH LOESS YANG DISTABILISASI DENGAN ABU AMPAS TEBU (2011). [Research] (Unpublished)
John Tri Hatmoko(1)_2011_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (13MB)
Abstract
Tidak seperti stabilisasi tanah lempung, penelitian tentang perbaikan tanah loess belum banyak dilakukan, karena zona keberadaan deposit tanah loess tidak seluas zona tanah lempung. Tanah loess terbentuk oleh pelapukan batuan yang tersedimantasi oleh angin. Tanah ini jika ditinjau dari gadasinya (ukuran butir) ada kemiripan dengan tanah lempung. Butiran tanah yang lepas saringan #200 (<75 µm) lebih dari 60%. Namun demikian, tanah ini memiliki kohesi yang lebih rendah dari tanah lempung. Sehingga tanah ini menjadi tidak stabil dan dapat digolongkan sebagai tanah yang mudah mengalami deformasi. Melihat sifat-sifat umum tanah ini, jenis bangunan apapun yang berdiri diatas tanah tersebut akan mengalami penurunan yang cukup besar. Oleh sebab itu, perlu dicari penyelesaiannya melalui stabilisasi tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan mencari alternatif material sebagai bahan stabilisasi tanah loess yang berasal dari limbah abu ampas tebu; mencari perbandingan campuran abu ampas tebu dengan tanah agar dicapai kuat geser tanah loess yang maksimal; dan membuat pola tegangan-regangan tanah loess yang distabilisasi dengan abu ampas tebu dengan alat uji triaksial. Bahan utama penelitan ini adalah tanah loess yang diambil dari daerah Kabupaten Sukohardjo Jawa tengah; abu ampas tebu yang digunakan diambil dari limbah pabrik gula Madukismo. Sedangkan alat uji alat uji triaksial yang digunakan adalah alat uji triaksial konvensional. Prosentase abu ampas tebu di dalam tanah adalah: 0%, 3%, 5%, 8% dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kohesi pada pengujian triaksial menunjukkan peningkatan yang cukup berarti; dari 0,225 kg/cm² menjadi 0,250; 0,31 dan 0,47 kg/cm², dan 0,76 kg/cm² pada kadar abu ampas tebu 3, 5, dan 8, dan 10%. Nilai sudut gesek dalam juga mengalami kenaikan yang cukup sigfikans oleh karena penambahan abu ampas tebu. Tanah asli memiliki sudut gesek 5,2 derajat, naik menjadi 15,3; 23, 7 dan 30,3 dan 33,5 derajat pada penambahan kadar abu ampas tebu 3, 5 dan 8, dan 10%. Pada pengujian kuat tekan bebas, kuat tekan mengalami kenaikan. Tanah asli memiliki kuat tekan 0,061 kg/cm², naik menjadi 0,071; 0,31; 0,47 dan 0,76 kgr/cm² pada kadar semen 3, 5 8 dan 10%.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tanah loess, abu ampas tebu, triaksial, tekan bebas |
| Subjects: | Sipil > Geo Teknik Sipil > Geo Teknik |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 03:53 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 03:53 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35764 |
