Fatimah, Siti and Sulistyawati, V. Yenni and Purnamasari, P. Eliza KAJIAN KESTABILAN LERENG DENGAN PERLINDUNGAN ALAMI VETIVER ZIZANOIDES (2006). [Research] (Unpublished)
Ir. Siti Fatimah_2006_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (6MB)
Abstract
Erosi lahan merupakan salah satu faktor pokok yang mempengaruhi umur waduk, karena bila waduk penuh dengan sedimen yang antara lain berasal dari erosi lahan daerah aliran sungai, maka waduk tidak dapat berfungsi lagi. Beberapa faktor yang berpengaruh pada erosi lahan antara lain adalah erodibilitas tanah, erosivitas hujan, tataguna lahan, panjang lereng dan kemiringan lereng dan usaha pengawetan lahan.
Waduk PB Soedirman adalah salahsatu waduk di Jawa Tengah yang multifungsi, antara lain untuk pengairan, PLTA, dll. Daerah tangkapan air waduk ini dapat dikatakan sudah mengalami erosi lahan yang sangat parah, karena hutan cemara di perbukitan ditebangi dan digantikan tanaman kentang. Akibatnya umur waduk yang semula direncanakan 50 tahun dengan erosi lahan direncanakan sebesar 2,6 m²/tahun, pada hitungan umur waduk tahun 1998 tinggal 33,5 tahun karena erosi lahan meningkat menjadi 5 m³/tahun pada luasan lahan sekitar 1000 Ha. Padahal waduk ini merupakan salah satu sumber listrik se Jawa.
Penelitian ini dilakukan pada musim hujan di akhir tahun 2005, untuk mengkaji mengenai tanaman vetiver zizanoides yang diharapkan mampu menahan erosi lahan tanpa harus mengganti tanaman kentang itu sendiri di daerah Dieng. Dengan vetiver, penduduk dapat tetap bertanam kentang dan erosi lahan teratasi sehingga dapat memperpanjang umur efektif waduk PB Soedirman. Tanaman ini sudah digunakan untuk tanaman pelindung erosi lahan di Negara seperti China, Muangthai, dll. Diharapkan hasil penelitian ini memungkinkan pemanfaatan tanaman ini lebih lanjut sebagai tanaman penahan erosi lahan di Indonesia.
Penelitian dilakukan dengan menanam vetiver ini pada guludan tepi lahan tanaman kentang, dan mengukur persentase sedimen yang dapat ditahan oleh vetiver. dibandingkan dengan lahan tanpa vetiver. Hasil penelitian menunjukkan 45,308% sedimen dapat ditahan oleh vetiver. Namun dari penelitian ini juga diperoleh data bahwa penanaman vetiver sampai dengan rapat perlu waktu lebih dari 5 bulan dengan jarak tanam 25 cm, padahal jarak tanam yang disarankan 50 cm karena akar akan melebar sekitar 50 cm. Maka disarankan penanaman dengan sistem"untu walang" dengan maksud setelah tanaman besar tinggal sebaris dengan jarak 0,50 m.
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Subjects: | Sipil > Struktur Sipil > Struktur |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 03:38 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 03:38 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35742 |
