Istiadji, Ag. Djoko and Binarti, Floriberta SPEECH TRANSMISSION INDEX (STI) GEDUNG GEREJA DENGAN MEMADUKAN KAJIAN OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF (2009). [Research] (Unpublished)
Ir. A. Djoko Istiadji_2009_0001.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (31MB)
Abstract
Speech Transmission Index (STI) adalah salah satu tolok ukur tingkat kejelasan berbicara (speech intelligibility: SI). STI merupakan salah indeks yang penting di dalam perancangan akustika ruang, terutama untuk ruang-ruang yang menuntut kejelasan berbicara. Ruang gereja menuntut kejelasan berbicara dari pembicara (imam) agar ibadat khususnya kotbah imam dapat sampai ke umat dengan jelas. Pengaturan waktu dengung (RT) yang rendah pada frekuensi 500-1000 Hz akan menciptakan STI yang baik. Beberapa permasalahan di dalam mencapai STI yang baik pada gedung gereja di Yogyakarta adalah kapasitas gedung serta dimensi (volume) yang besar, sehingga tuntutan perbaikan dari aspek daya serap material permukaan ruang menjadi sangat mahal atau bahkan tidak akan mencapai nilai STI yang baik. Tingkat kebisingan dari luar ruangan seharusnya telah diselesaikan sebelumnya agar bising tersebut tidak menurunkan STI-nya.
Penggunaan program simulasi akustik CATT sangat membantu di dalam menganalisis performa akustika dan sekaligus merancang ulang guna perbaikan akustika ruang gereja. Studi komparasi antara hasil simulasi dengan CATT dengan hasil pengukuran di lapangan secara digital dengan DSSF menunjukkan bahwa CATT cukup andal sebagai program simulasi akustik. Meskipun secara umum hasil kajian secara subyektif melalui angket tidak dapat menunjukkan hasil yang sesuai dengan hasil kajian secara obyektif, ada beberapa hal yang cukup menarik. Kejelasan gesture pembicara (imam) ikut mempengaruhi persepsi pendengar (umat) terhadap isi yang pembicaraan yang diterima oleh umat. Ada korelasi yang sangat kuat antara kejelasan bicara dengan kejelasan gesture, posisi duduk dengan usia maupun jenis kelamin umat. Pengaruh bising latar terhadap kejelasan bicara tidak berkorelasi dengan usia mapun jenis kelamin umat. Studi evaluasi secara subyektif dengan angket perlu dirancang baik dari substansi maupun mekanismenya untuk menyiasati sikap umat secara umum yang menentukan validitas hasil. Hasil studi secara subyektif seharusnya memberikan nilai tambah dari aspek usia, jenis kelamin, kepekaan, dan persepsi pendengar (umat).
| Item Type: | Research |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | gedung gereja, kajian subyektif, kajian obyektif, reverberation time (RT), speech transmission index (STI) |
| Subjects: | Arsitektur > Bangunan Arsitektural Penelitian Dosen > Arsitektur > Bangunan Arsitektural |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Arsitektur |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 02:19 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 02:19 |
| URI: | https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35715 |
