Putra, F.X. Pranoto Dirhan PENGARUH LAPISAN SAMPAH ORGANIK DAN PLASTIK TERHADAP KEKUATAN TANAH JUGANGAN DI BAWAH BADAN JALAN (2003). [Research] (Unpublished)

Text (F.X. Pranoto Dirhan Putra)
F.X. Pranoto Dirhan Putra_2003_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (9MB)

Abstract

Jugangan dibuat dengan menggali tanah kurang lebih satu meter. Kemudian jugangan tersebut diisi dengan sampah. Apabila jugangan sudah hampir penuh sampah maka jugangan tersebut ditimbun dengan tanah sampai rata permukaannya atau sampah dibakar terlebih dahulu baru kemudian ditimbun dengan tanah. Pada waktu itu aktivitas tersebut tidak banyak mempengaruhi lingkungan hidup karena komponen sampah didominasi oleh sampah yang dapat teruraikan atau sampah organik Masyarakat sekarang menumpuk sampah pada suatu lokasi yang telah ditentukan (yang berarti penimbunan) yang dapat mengakibatkan pencemaran. Pencemaran lingkungan akibat tumpukan sampah sulit untuk diolah dan semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Berlawanan dengan keadaan tersebut, produksi barang-barang yang tidak dapat terurai berjalan terus.
Lepas dari permasalahan tersebut, hampir sebagian besar manusia sekarang ini tidak lepas dari jalan yaitu suatu area yang bersifat melayani perjalanan lalu-lintas manusia dan barang dengan alat kendaraan atau hewan. Menurut hasil perhitungan ternyata luas lahan yang diperlukan untuk prasarana jalan cukup luas. Berdasarkan ilustrasi tersebut, penelitian ini menguji kemungkinan pembuatan jugangan di bawah perkerasan jalan sebagai alternatif tempat pembuangan akhir berdasarkan pengaruh lapisan sampah terhadap kekuatan tanah. Alasannya adalah bawah badan jalan tertutup, jauh dari air tanah, tidak mencemari dan dapat menampung sampah dalam jumlah besar.
Semua pengujian mengikuti pedoman pemeriksaan material pada laboratorium mekanika tanah. Hubungan antar variabel ditentukan berdasarkan pada uji kecenderungan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah sampah organik tidak direkomendasikan untuk diletakkan di bawah badan jalan karena cenderung mengurangi kohesi, sudut geser dalam dan berat volume tanah. Semakin besar kadar sampah maka sudut geser dalam cenderung semakin kecil. Semakin besar kadar sampah maka kohesi cenderung semakin kecil. Semakin besar kadar sampah maka berat volume cenderung semakin kecil. Semakin besar kadar sampah plastik maka berat volume cenderung semakin kecil. Semakin besar kadar sampah plastik maka sudut geser dalam cenderung semakin kecil. Semakin besar kadar sampah plastik maka kohesi cenderung menghasilkan nilai kohesi maksimum 0,35 kg/cm² yang dicapai pada kadar sampah plastik 0,66%. Semakin besar kadar sampah plastik maka nilai CBR cenderung menghasilkan CBR maksimum 2,31% yang dicapai pada kadar sampah plastik 0,70%. Berat sampah plastik yang disarankan untuk dipendam mengikuti persamaan Wsp 1,7.1 D. h. y (kg), dengan Wsp: berat sampah plastik (kg), V: volume jugangan sumuran (m³), D: diameter sumuran (meter), h: kedalaman sumuran (meter), y: berat volume tanah, (gr/cm³). Biaya pemendaman sampah plastik pada jugangan sumuran menggunakan buis beton adalah Rp. 20.372,00/kg dan apabila tidak menggunakan buis beton Rp. 1.687,00/kg. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai metoda pemendaman dan pada praktiknya sebaiknya dilakukan pemisahan jenis sampah mulai dari awal sampah diproduksi.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: kohesi, sudut geser dalam, berat volume tanah, CBR, jugangan
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 18 Nov 2025 05:15
Last Modified: 18 Nov 2025 05:15
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35694

Actions (login required)

View Item
View Item