Putra, F.X. Pranoto Dirhan PENGARUH SUB-BASE TERHADAP PERKERASAN PAVING BLOCK (2000). [Research] (Unpublished)

Text (F.X. Pranoto Dirhan Putra)
F.X. Pranoto Dirhan Putra_2000_0001.pdf
Restricted to Repository staff only

File Pdf (17MB)

Abstract

Sifat paving block berbeda dengan beton aspal, namun demikian sifat kedua bahan dianggap sama pada proses perhitungannya. Perhitungan tebal kedua perkerasan tersebut menggunakan persamaan analisis komponen, tetapi tebal variabel terakhir yang akan ditentukan berbeda. Pada perkerasan beton aspal, variabel yang dihitung tebalnya adalah tebal lapisan beton aspal sedangkan pada perkerasan paving block, variabel yang dihitung tebalnya adalah tebal lapisan fondasi bawah. Atau dengan kata lain, pada perkerasan paving block, tebal blok sudah ditentukan (biasanya mengikuti yang dijual di pasaran) sehingga tinggal menentukan tebal fondasinya. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana mendisain perkerasan yang sudah terdapat fondasi bawahnya, perkerasan beton aspal yang ditumpuk perkerasan paving block atau peningkatan jalan yang terbatas elevasinya. Penelitian ini mencoba memberikan alternatif penyelesaian masalah tersebut dengan persamaan sederhana perhitungan perkerasan lentur yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penambahan jumlah lapisan akan berakibat total tebal lapisan cenderung untuk sama atau lebih besar, semakin barryak lapisan maka semakin kecil perbedaan antara cara yang dipergunakan pada umumnya dibandingkan dengan cara yang mempergunakan persamaan pada tulisan ini, total tebal lapisan dengan jumlah lapisan yang kurang dari empat yang mempergunakan persamaan pada tulisan ini lebih kecil dibandingkan dengan total tebal lapisan yang tidak mempergunakan persamaan karena sebagian tebal lapisan fondasi digantikan dengan tebal paving block yang bersesuaian dengan nilai koefisien kekuatan relatif bahan, alternatif elevasi permukaan perkerasan dapat dipilih dengan memanfaatkan persamaan pada tulisan ini, semakin baik bahan fondasi bawah maka total tebal perkerasan dengan kekuatan yang sama akan semakin berkurang, semakin baik bahan paving block maka total tebal perkerasan dengan kekuatan yang sama akan semakin berkurang, dan pada perkerasan yang sudah ada fondasinya atau peningkatan suatu jalan yang akan dipertahankan elevasi permukaannya maka jenis paving block yang dijual dipasaran dengan tebal berkisar 6-12 cm belum tentu dapat dipergunakan karena harus disesuaikan dengan beban lalu-lintas yang lewat. Saran yang dapat kami berikan berdasarkan penelitian ini adalah pada kasus peningkatan jalan dengan paving block seyogyanya ditinjau apakah tebal paving block dapat memenuhi persamaan pada analisis komponen atau tidak dan apabila tidak maka sebaiknya mempergunakan persamaan-persamaan sehingga perkerasan mampu menahan beban lalau-lintas yang lewat. Pada kasus perencanaan jalan yang dipertahankan elevasinya lebih mudah mempergunakan persamaan-persamaan agar kedua tujuan tercapai yaitu kekuatan bahan dan elevasi. Mempertimbangakan kebutuhan jenis perkerasan ini, maka perlu penelitian lebih lanjut mengenai perkerasan paving block yang berkaitan dengan perubahan sifat akibat beban, akibat suhu, akibat air, alternatif bentuk, alternatif ukuran dan alternatif susunan perkerasan.

Item Type: Research
Uncontrolled Keywords: paving block, fondasi bawah (sub-base), perkerasan lentur, persamaan analisis komponen, beton aspal
Subjects: Sipil > Transportasi
Sipil > Transportasi
Divisions: Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Sipil
Date Deposited: 18 Nov 2025 05:15
Last Modified: 18 Nov 2025 05:15
URI: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/35693

Actions (login required)

View Item
View Item